MODUL 6 Komunikasi, Media, Sumber-sumber Informasi dan beberapa contoh Aplikasi Teori Komunikasi Massa Kontekstual

 Teori-teori komunikasi dalam konteks massa
Macam-macam teori komunikasi dalam konteks massa yaitu:
1. Cultural imperialism theory
Dikemukakan oleh Herb Schiller tahun 1973. Teori ini berguna untuk menjelaskan bahwa bangsa Barat mendominasi media di hampir semua bagian di dunia ini sehingga pada gilirannya mempunyai kekuatan pengaruh yang sangat kuat terhadap budaya dunia ketiga (negara-negara yang belum dan yang sedang berkembang) dengan cara mengganggu dan menetapkan pandangan-pandangan mereka atas kondisi budaya lokal sehingga budaya lokal semakin rusak.
Di Indonesia, misalnya kita merasakan hal tersebut, dimana anak-anak dibawah yang masih dibawah umur melakukan sex bebas, sehingga banyaknya terjadi aborsi atau kawin muda. Itu dikarenakan pengaruh oleh tontonan atau beredarnya vcd-vcd porno secara leluasa. Padahal tontonan tersebut tidak sepantasnya mereka menontonnya.
2. Functional approach to mass communication
Teori ini dikemukakan oleh Harold Laswell dan Charles Wright, masing-masing pada tahun 1948 dan 1960. Ada lima unsure fungsi penggunaan media oleh masyarakat yaitu: surveillance (pengawasan, pengamatan), correlation, transmisi budaya, intertainment (hiburan) dan mobilization (pengerahan kekuatan).
Surveillance adalah bahwa media menyediakan dan memberikan berita dan informasi kepada masyarakat. Correlation maksudnya adalah bahwa media menyediakan informasi dan berita kepada kita setelah mereka mengadakan seleksi, interpretasi dan evaluasi kritis terhadap semua aspek yang mungkin akan muncul. Transmisi budaya adalah media berfungsi sebagai refleksi dari kepercayaan, nilai-nilai dan norma-norma kita dan orang lain di tempat lain yang mengusung media. Sedangkan media massa berfungsi sebagai alat mobilitas masyarakat untuk melakukan tindakan tertentu terutama pada saat-saat krisis.
3. Human action approach theory
Dikemukakan oleh P Winch pada tahun theory1958. Inti dari teori ini adalah adanya penjelasan bahwa perilaku manusia itu bisa diprediksi sebab orang dalam bertindak selalu mempunyai tujuan dalam berbagai pilihan, bahwa perilaku tersebut memang dipilih oleh seseorang guna mencapai tujuan-tujuannya.
Teori ini memang digunakan untuk menjelaskan pola perilaku manusia yanng telah terjadi, tetapi bukan untuk menjelaskan perilaku yang belum terjadi. Bagaiman perilaku kelompok masyarakat di masa yang akan datang atau bahkan seseorang seperti apa perilakunya dimasa yang akan datang, teori ini tidak mampu menjelaskannya.
4. Media aquation (penyamaan media) theory
Teori ini dikemukakan oleh Byron Reeves dan Clifford Nass tahun 1996. Teori ini menjelaskan dan meramalkan mengapa orang secara tidak sadar dan secara otomatis merespon terhadap media komunikasi seperti halnya kepada manusia. Teori ini juga melihat adanya proses komunikasi interpersonal antara individu dengan media yang dihadapinya . kita berkomunikasi dengan komputer dan media lainnya seperti kita berkomunikasi dengan manusia.
5. Rules-based theory
Dikemukakan oleh L.Lull tahun 1980. Teori ini menjelaskan tentang tiga aturan perilaku yang menentukan memanfaatkan televisi keluarga, yakni: habitual rules yaitu menunjukkan tidak ada kompromi dengan akibat negatif pelanggaran, parametik rules yaitu menunjukkan masih ada kompromi dengan memahami batas- batas lingkungan meskipun tidak selalu verbalistik dan tactical yaitu menggambarkan seperangkat aturan budaya pada umumnya.
6. Spiral of silence theory
Dikemukakan oleh Elizabeth Noelle-Neumann tahun 1984 yang menjelaskan mengapa dan bagaiman orang sering merasa perlu untuk menyembunyikan (to conceal) pendapat-pendapatnya, preferensinya ( pilihannya), pandangannya dan sebagainya manakala mereka berada pada kelompok minoritas.
Secara ontologism kita bisa melihat bahwa teori ini termasuk kategori ilmiah. Teori ini mempercayai bahwa sudah menjadi nasib atau takdir (fate) kalau mendapat atau pandangan yang dominant bergantung kepada suara mayoritas dari kelompoknya.
7. Technological determinism theory
Dikemukakan oleh Marshall McLuhan tahun 1962. Walaupuntelah lama tapi masih bisa direnungkan aplikasinya di dunia yang semakin canggih seperti masa sekarang ini. Teori ini menegaskan bahwa teknologi media membentuk kita sebagai individu dalam masyarakat dalam hal bagaimana kita berpikir, merasa dan bertindak berkaitan fungsi-fungsi teknologi media.

Model Organisasi Media
Para ahli mengakui terdapat dua sisi tentang komunikasi massa yaitu melihat media ke arah masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat, media masyarakat dianggap saling mempengaruhi baik secara struktural maupun fungsional, sisi ini yang dikenal sebagai sisi makro teori komunikasi massa. Dan yang satu lagi melihat terhadap orang, baik secara perseorangan maupun kelompok. Sisi ini melihat hubungan antara media dengan audiens.

Struktur dan isi media
Di dunia kelembagaan informasi termasuk perpustakaan dan dokumentasi, pngelolaan isi dari media itu sendiri dianggap lebih penting daripada fisik media itu sendiri. Artinya, mengelola isi surat kabar, berita radio, siaran televisi, dokumentasi siaran televisi dan radio, isi buku, isi majalah dan jurnal, isi kamus dan ensiklopedia dan sebagainya.

Media sebagai lembaga _ocial
Media tidak sekadar mekanisme distribusi informasi yang sederhana. Ia mrupakan organisasi sosial yang sangat kompleks di masyarakat. Hampir semua komponen yang ada di masyarakat, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Formal ataupun tidak formal, semuanya masuk dan ada hubungannya dengan organisasi media.
Sebagai suatu sistem tatanan yang ada di masyarakat, sekecil apapun organisasi atau lembaga yang kita miliki atau bahakan perorangpun terkadang ada hubungannya dengan peran media dengan segala aspek yang melingkupinya. Secara perorangan, kita tidak pernah lepas dari media.

Media dan audiens
Ada dua versi pengertian audiens yaitu yang pertama (aneka ragam kelompok massa) melihat audiens sebagai populasi yang besar jumlahnya dan bisa dibentuk oleh media. Dan yang kedua adalah (komunitas kecil kelompok) audiens dipandang sebagai anggota dalam kelompok-kelompok kecil yang berbeda-beda yang sebagian besar bisa dipengaruhi oleh kelompoknya.

Audiens pasif dan audiens aktif
Audiens pasif maksudnya hádala pengertian yang menganggap bahwa masyrakat lebih banyak dipengaruhi oleh media. Mereka secara pasif menerima apa yang disampaikan media. Sedangkan audiens aktif adalah mereka lebih selektif dalam memilih pesan-pesan yang ada dalam media.
Ciri-ciri audiens aktif bisa dilihat dari sifat-sifatnya sebagai berikut:
 Selektifitas. Audiens lebih selektif dalam memilih dan menggunakan media.
 Utilitarianisme. Audiens aktif lebih banyak memilih media yang dianggapnya bermanfaat bagi dirinya karena sesuai dengan tujuan menggunakannya.
 Intensionalitas. Audiens aktif lebih suka menggunakan media karena isinya, bukan pertimbangan aspek luarnya.
 Keterlibatan atau usaha. Audiens secara aktif mengikuri dan memikirkan penggunaan media.
 Tidak mudah terpengaruh, di sini audiens tidak gampang dipengaruhi oleh media yang digunakannya.

 Teori-teori komunikasi bermedia massa dan aspek-aspeknya
Lasswell mengusulkan tiga fungsi dari media komunikasi, yaitu: menyediakan informasi tentang lingkungan (Surveillance), menyajikan opsi untuk memecahkan masalah (Correlation), sosialisasi dan pendidikan yang merujuk pada transmisi. Ditambahkan oleh Charles Wrigh dengan kategori keempat, yaitu: enterteinment atau hiburan.

Difusi informasi dan pengaruhnya
Ditemukan dalam penelitian Lazarsfeld dkk sekitar tahun 1940. dia mengemukakan bahwa informasi yang datang dari media di masyarakat kepada pemuka pendapat (artinya jarang yang langsung), kemudian ia mengkomunikasikannya dengan kelompoknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembawa berita lebih berhasil dalm mempengaruhi masyarakat dibandingkan dengan media asalnya.

Fungsi agenda-setting
Kekuatan media banyak bergantung kepada hubungannya dengan pusat kekuasaan. Jika media erat hubungannya dengan para elit kekuasaan, maka ia akan terpengaruh oleh kekuasaan dan media agenda juga bisa terpengaruh olehnya. Banyak alih mengemukakan bahwa media bisa menjadi bagian dari ideologi dominan dalam masyarakat dan jika ini terjadi maka pada gilirannya idologi dominan tersebut akan merembes ke dalam agenda publik.

Teori-teori komunikasi massa yang berkaitan dengan efek perorangan
 Tradisi effek, merupakan komunikasi massa beranggapan bawa pesan-pesan media massa mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan opini publik.
 Efek yang kuat dan efek yang terbatas, media massa tampaknya tidak lagi berpengaruh terhadap sikap dan perilaku masyarakat secara luas, juga perorangan. Media hanyalah alat penyampaian pesan- pesan komunikasi.

Teori dengan pendekatan kebutuhan akan informasi. Timbulnya kebutuhan seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi fisiologis, situasi dan kognisinya. Kebutuhan orang tidak akan timbul atas keinginan yang tidak terjangkau oleh kemampuannya.
Sedangkan informasi dibutuhkan karena ia bisa berfungsi banyak bagi dirinya, terutama yang sesuai dengan kebutuhannya. Sementara sumber informasi yang sudah tersimapan di berbagai media juga berkembang sjalan dengan tuntutan kebutuhan akan informasi. Teori nilai harapan yaitu teori yang mendasarkan diri pada orientasi khalayak sendiri sesuai dengan kepercayaan dan penilaiannya atau evaluasinya. Teori ketergantungan. Titik sentral dari teori ini adalah adanya audiens yang bergantung kepada informasi media untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan dan mencapai tujuannya. Dengan demikian maka pendekatan ini masih konsisten dengan pendekatan model user and gratifications.

2 Responses

  1. makasi informasinya, bagus bgt😀

  2. sama-sama. semoga bermanfaat informasi singkat tersebut

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: