MODUL 4 Komunikasi, Media, Sumber-sumber Informasi dan Beberapa Contoh Teori Komunikasi Kontekstual (Persuasi dan Intrapersonal)

Teori-teori komunikasi terbagi atas 2 bagian yaitu teori komunikasi dalam konteks persuasi dimana teori ini juga dapat dibagi atas bberapa bagian yaitu:
a) Inoculation theory (teori suntikan)
b) Balance theory (teori keseimbangan)
c) Rank’s model
d) Source credibility theory (teori kredibilitas sumber)
e) Congruity theory (teori kecocokan)
f) Belief congruency (kecocokan, kesamaan)
g) Congnitive dissonance
h) Reinforcement theory (teori penguatan)
i) Information manipulation theory
j) ELM (Elaboration Likelihood Model)
k) Attribution theory (teori pertalian)
Serta teori komunikasi dalam konteks anterpersona, teori ini juga dapat dibagi atas beberapa bagian yaitu:
a) Communication progmatics/interactional view
b) Competence
c) Contructivisme
d) Coordinated management of meaning
e) Expectancy violation (teori langgaran)
f) FIRO (Fundamental interpersonal relations orientation)
g) Interpersonal deception (teori muslihat)
h) Marital communication (komunikasi perkawinan)
i) Relational dialectics
j) Social exchange theory
k) Social penetration theory
l) Stage of relationship development
m) Uncertainty reduction theory (URT)
Contoh kasus yang aplikatif pada ”Source Credibility theory (teori kredibilitas sumber). Teori ini menjelaskan bahwa seseorang dimungkinkan lebih mudah dibujuk (dipersuasi) jika sumber-sumber persuasinya cukup kredibel. Misalkan sebuah lembaga/ organisasi menawarkan jasa layanannya kepada kita, mereka akan menjelaskan mengenai layanan yang diberikannya kepada kita dengan bahasa yang mengajak, dimana dalam menjelaskan kegiatan layanan yang diberikan organisasi tersebut, ia menjelaskan dengan lancar sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Ia juga berpenampilan menarik. Dengan gaya penyampaian dan penampilannya kita akan mudah menerima layanan yang diberikannya sehingga kita akan menggunakan jasa layanan organisasi tersebut. Kemudian ada lagi orang yang menawarkan jasa layanan organisasinya, akan tetapi orang tersebut dalam penyampaian layanan organisasinya kurang jelas dan kurang dimengerti serta penampilannya juga kurang meyakinkan. Maka secara otomatis kita akan menggunakan jasa layanan yang ditawarkan pertama kali kepada kita, karena kita melihat bagaimana cara mereka menyampaikan jasa layanan yang diberikannya kepada kita, serta penampilannya. Kita tidak tahu, belum tentu orang kedua yang menawarkan jasa layanan kepada kita itu, jasa layanannya kurang baik, dikarenakan oleh hanya penampilan dan cara penyampaian layanan organisasinya.
Contoh lainnya adalah dalam pengunaan sabun cuci atau diterjen. Kita menggunakan diterjen attek, karena memang sudah dari dulu orang tua kita memakainya. Kita tidak terpengaruh untuk menggantinya dengan yang lain atau dengan yamg lebih baik dari attek, karena kita sudah terbiasa menggunakannya, tanpa memikirkan bahwa ada yang lebih baik dari attek.

One Response

  1. alhamdulilah, informasi yg disajikan telah banyak membantu saya dalm menyelesaikan skripsi sy. wassalam

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: