MODUL 3 Teori dan Penemuan Ilmiah dalam Lingkup Ilmu Informasi, Komunikasi, dan Kelembagaan Informasi, termasuk Perpustakaan

Teori merupakan pendapat-pendapat orang mengenai suatu hal, di dalam teori ini terdapat berbagai anggapan, praduga, atau kesimpulan tertentu terhadap adanya fakta dibalik fenomena yang tampak. Pada sarnya teori hanyalah dugaan atau hipotesis belelaka tanpa ada yang menguji validitas dan reliabilitasnya. Namun ada juga teori itu yang dibuktikan atau diuji sehingga sehingga mencapai suatu kesimpulan. Pada teori komunikasi, informasi dan perpustakaan, teori ini menjelaskan mengenai fenomena-fenomena penting dalam proses atau peristiwa komunikasi, sosial, dan kegiatan di dunia layanan perpustakaan.
Dua orang mengerjaka pekerjaan yang sama, tetapi hasilnya berbeda, dikarenakan masing-masing dari mereka menggunakan teri yang mereka ketahui berdasarkan ilmu yang mereka dapat. Teori menjelaskan fakta-fakta yang terjadi dengan cara melihat, mengamati dan merumuskan serta menyimpulkannya. Teori terdiri dari unsur-unsur dasar yaitu konsep dan penjelasan terutama adalah konsep merupakan ide tentang benda, yang dibedakan dengan nama benda dan ukuran-ukurannya. Bahkan konsep juga biasa disebut sebagai ide yang menyimpulkan tentang hal-hal atau konsep-konsep yang lebih kecil atau khusus. Penjelasan dalam teori adalah menyebutkan hal-hal mengenai teori, didunia penelitian disebut dengan deskripsi atau penjelasan. Metode deskripsif adalah metode yang digunakan oleh peneliti untuk menjelaskan gejala-gejala atau fenomena.
Hipotesis merupakan dugaan dalam bentuk pernyataan mengenai adanya hubungan antar variable. Penentuan hipotesis didasarkan pada intuisi, pengalaman pribadi, atau teori dan hasil penelitian lalu.
Perkembangan teori. Teori dapat berubah sesuai dengan sifatnya yaitu:
a) Tumbuh meluas (grouwth by extension). Konsep yang ada bertambah dan berkembang secara meluas.
b) Tumbuh meningkat (grouwth by intension). Berkaitan dengan peningkatan daya pemahaman seseorang pada konsep yang digagasnya.
c) Berobah melalui revolusi. Teori berkembang atau berubah secara normal jika memenuhi kaidah tumbuh meluas dan meningkatseperti dua konsep diatas , namun ada perubahan lain yang tidak seperti itu, melainkan melalui refolusi.
Ada sembilan fungsi dari teori yaitu:
• Mengorganisasikan dan meringkas pengetahuan
• Pemusatan atau focusing. Maksudnya adalah memusatkan perhatian kepada kepada beberapa variabel secara tertentu tidak sembarangan
• Teori berfungsi menjelaskan dari apa yang diamati
• Teori berfungsi menawarkan sesuatu yang bersifat observasional
• Fungsi meramalkan, fungsi ini yang paling banyak dibicarakan dalam konteks penemuan ilmiah.
• Fungsi heuristic
• Teori ini melayani fungsi-fungsi komunikasi yang sangat diperlukan
• Fungsi kontrol. Fungsi ini melepaskan pertanyaan-pertanyaan tentang nilai.
• Fungsi generatif. Maksudnya menggunakan teori untuk menentang kehidupan budaya yang sudah ada dan melahirkan budaya yang baru.
Teori memang tidak ada yang sempurna oleh karena itu bisa dievaluasi dan dikritisi. Jadi kriteria teori-teori yang bisa dijadikan arah untuk mengevaluasi terhadap teori yang ada adalah:
• Ruang lingkup
• Kekayaan (appropriatenes). Kriteria ini berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan atau asumsi-asumsi filosefis teoritis.
• Bernilai heuristis (heuristis value)
• Validitas. Memiliki kesahihan
• Sederhana (parsimony, simpel)
• Bersifat terbuka (openness). Terbuka kemungkinannya bagi paradigma yang berbeda.

Perkembangan teori dan perubahannya
Teori merupakan abstraksi dari realitas. Posisinya sangat penting karena ia memang menjelaskan realitas tadi. Meskipun demikian teori tidaklah abstrak dlam arti sesungguhnya. Pengalaman selalu mempengaruhi dan merupakan dasar dari teori yang pada gilirannya teori akan mempengaruhi konsepsi seseorang tentang pengalamannya.
Teori bisa berubah sesuai dengan sifatnya. Ada tiga cara perubahan suatu teori, yaitu:
a. Tumbuh meluas. Konsep yang ada bertambah dan berkembang secara meluas. Dari konsep satu ke konsep lainnya sesuai dengan sifat perkembangannya. Disini aspek-aspek baru dimunculkan.
b. Tumbuh meningkat. Hal ini berkaitan dengan peningkatan daya pemahaman seseorang pada konsep yang digagaskan.
c. Berubah melalui revolusi. Teori berubah atau berkembang secara normal jika memenuhi kaidah tumbuh meluas dan meningkat seperti dua konsep diatas.

Fungsi teori
Ada sembilan fungsi dari teori meskipun terkadang saling tumpang tindih namun penting, yaitu:
a. Mengorganisasikan dan meringkas pengetahuan
b. Pemusatan atau focusing
c. Menjelaskan dari apa yang diamati
d. Menawarkan sesuatu yang bersifat observasional
e. Meramalkan
f. Fungsi heuristic
g. Teori ini melayani fungsi-fungsi komunikasi yang sangat diperlukan
h. Fungsi kontrol
i. Fungsi generatif

Evaluasi Teori Komunikasi dan Informasi, dan Perpustakaan
Teori tidak ada yang sempura, pati ada kekurangan pada etiap teori karean itu teori dapat dievaluasi. Ada beberapa ktriteria yang bisa dijadikan arah untuk melakukan evaluasi terhadap teori yaitu:
1. Ruang Lingkup
2. Kelayakan (appropriateness)
3. bernilai heuristic (heurisric value)
4. validitas
5. sederhana (parsimony, simpel)
6. bersifat terbuka (openness)
Teori sistem, teori sibernetik, da teor informasi mempunyai sedikit perbedaan yaitu: pada teori siste lebih lebih merujuk kepada hubungan antar bagian-bagian dalam suatu organisasi, sementara itu siberntik berkenaan dengan aturan-aturan an kontrol dalam sistem, sedangkan teori informasi memfokuskan diri pada pengukuran transmisi tanda-tanda. Bidang-bidang ini sangat banyak digunakan untuk mendasari berbagai teori komunikasi dan juga perpustakaan dalam proses dan kegiatannya.

Perkembangan teori baru dalam ilmu perpustakaan
Di lihat dari aspek koleksi yang dikelola oleh perpustakaan dan kelembagaan informasi lainnya, maka selain dari jenis koleksi yang bervisi konvensional seperti buku, majala, surat kabar, manuskrip, mikrofilm, audio, video dan CD-ROM, kini muncul file komputer dan file-file di situs-situs internet, yang dilihat dari aspek manapun tidak sama penanganannya dengan jenis koleksi yang sudah ada selama ini.
Analog record adalah semua jenis media konvensional yang secara fisik bisa ditengarai dengan adanya tulisan didalamnya dan media tersebut umumnya tidak dihubungkan dengan komputer dalm pemanfaatannya. Gambar, lukisan, dan ukiran juga termasuk ke dalam jenis record analog ini. Sementara yang dimaksud dengan digital record adalah merupakan semua bentuk teks, gambar dan tulisan yang kita baca dan dikendalikan lewat layar komputer atau layar elektronik.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: