MODUL 2 Teori, Metode, dan Penemuan Ilmiah di Dunia Informasi, Komunikasi, dan Kelembagaan Informasi, termasuk Perpustakaan

Teori ilmiah, metode ilmiah, dan penemuan ilmiah,
di dunia komunikasi dan informasi
Teori adalah seperangkat aturan yang saling berkaitan satu sama lain, atau prinsip-prinsip umum (misalnya hipotesis yang sudah diverifikasi berulang-ulang) mengenai sejumlah aspek dari realitas (Tan, 1981: 14). Fungsi teori terutama adalah menjelaskan, meramalkan, dan menemukan hubungan antar fakta secara sistematis. Ada beberapa defenisi tentang teori dilihat dari kamus Websters Third International Dictionary of the English Language, antara lain yang sejalan dengan konteks dunia ilmu informasi dan perpustakaan adalah:
a) Prinsip-prinsip dan generalisasi yang dikembangkan dalam kaitannya dengan praktis atau kegiatan yang merupakan inti dari disiplin intelektual.
b) Seperangkat hipotesis, konseptual, dan prinsip-prinsip pragmatis, yang merupakan kerangka rujukan umum bagi suatu bidang penemuan, seperti misalnya dengan menggunakan prinsip-prinsip dedukatif, formulasi hipotesis, dan sebab musabab pelahiran aksi.
c) Bagan atau sistem ide dan konsep atau pernyataan yang dibangun sebagai suatu eksplanasi atas sejumlah fakta atau fenomena, hipotesis, yang dibangun atas dasar eksperimen dan diterima sebagai fakta yang diakui, yang biasanya berupa statemen yang sudah menjadi hukum umum, prinsip-prinsip, atau segala sesuatu sebab yang telah diakui atau telah diobservasi.
Defenisi lain dari Hutchinson Educational Encyclopedia (1999) adalah seperangkat ide, konsep, prinsip, atau metode yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah besar fakta hasil observasi. Teori dilahirkan dari suatu proses yang sangat praktis, There is nothing so practical as a good theory (Kurt Lewin: 1890-1947 dalam Smith, 2001).
Teori dibangun dari sejumlah informasi atau fakta. Fakta adalah sesuatu yang ada dan terbukti benar adanya, bukan sekedar fenomena. Fenomena adalah perwujudan atau peristiwa yang tampak dari luar sesuai dengan apa yang bisa dilihat oleh indra manusia, maka fakta dibalik fenomena itulah yang perlu diketahui dengan jelas.
Penemuan ilmiah (inquiry) adalah pengalaman yang tersusun secara teratur yang membawa kepada pengembangan dan pengetahuan. Ada 3 tahap dalam proses penemuan ilmiah untuk kategori-kategori ilmu sosial, perpustakaan, pendidikan, dan juga komunikasi informasi, adalah:
• Adanya pengajuan pertanyaan-pertanyaan
• Adanya kegiatan obserfasi
• Merumuskan jawaban-jawaban
Secara defenisi teori adalah konstruksi mental, baik yang diekspresikan dalam tulisan ataupun dalam bentuk grafik visual (Buckland, 1999). Dikatakan teri itu baik (good theory) manakala teori itu sesuai dengan presepsi kita tentang objek yang sedang dijelaskan dalam teori yang dimaksud. Sementara itu dikatakan teori itu berguna (useful theory) manakala teori itu sanggup membantu pengembangan pemahaman lebih lanjut, baik secara teoritis maupun dalam tataran praktis. Sedangkan yang dimaksud dengan provisional theory (teori sementara) lebih kepada keberlakuan teori itu sendiri.
Berdasarkan uji lapangan oleh Buckland, 1999 bahwa disektor penelusuran informasi melalui perpustakaan adalah, semakin tinggi tingkat pendidikan formal (pengguna perpustakaan) semakin besar kecendrungannya mencari dokumen-dokumen dengan subjek spesifik, dan semakin kecil kecendrungannya dalam mencari subjek itu sendiri. Teori bisa juga dikatakan sebagai penjelasan mengenai praktek secara benar.
Metode penemuan secara umum bisa dikelompokkan ke dalam 3 golongan besar ilmu pengetahuan yaitu:
• Scientific (ilmu pengetahuan imiah)
Sering dikaitkan dengan objektivitas, objek dalam hal ini lebih dimaksudkan kepada standardisasi, bukan kepada masalah bebas nilai.
• Humanistik (ilmu pengetahuan humanistik)
Kalau ilmu berkaitan erat dengan objektifitas, maka humanistic berkaitan dengan subjektifitas. Ilmu mengarah kepada standarisasi sedangkan humanistic mengarah kepada mencari kreatifitas individual. Tujuan ilmu adalah untuk mengurangi adanya perbedaan-perbedaan pada manusia yang diamati, sedangkan tujuan humanistic adalah untuk mencari respon subjektif individu, dan ada lagi perbedaan-perbedaan lainnya.
• Social Scientific (ilmu pengetahuan sosial)
Ilmu-ilmu sosial sering menggunakan prinsip-prinsip ilmiah yang lebih banyak digunakan pada ilmu alamiah, namun bukan berarti sama dengan ilmu-ilmu alamiah.
Komunikasi meliputi pemahaman akan bagaimana orang berprilaku dalam menciptakan, bertukar, dan menginterpretasikan pesan-pesan, pesan-pesan yang dimaksud adalah informasi. Informasi bersifat interpretatif, tidak mutlak. Ada lima model teori komunikasi dan informasi yang bisa membantu kita melihat segi-segi kesamaannya dan perbedaannya yaity:
• Teori Strutural dan fungsional
Hubungan-hubungan antar bagian dalam struktur dapat dilihat sebagai suatu srtuktur sosial. Teori srtuktural dan fungsional memiliki beberapa sifat dan karakteristik tertentu antara lain:
a) Adanya asumsi stabilitas yang disebut synchrony (selaras tetap), dan bukannya asumsi perubahan atau diachrony (menurut sejarah).
b) Pendekatan struktural-fungsional tidak berfokus kepada konsekuensi kegiatan.
c) Teori ini percaya akan realitas yang independen (bebas).
d) Teori ini memisahkan bahasa lambang-lambang dengan pemikiran dan objek yang dilambangkannya, namun pada pelaksanaannya selalu bersamaan.
• Teori behavioristik dan kognitif
Teori ini terfokus kepada orang sebagai individu. Teori ini berasal dari kajian psikologi. Teori komunikasi dan informasi yang berpijak kepada psikologi kognitif harus mengungkapkan cara orang mengevaluasi pesan-pesan yang muncul seperti kredibilitas, organisasi, dan argumentasi, serta ia juga harus meramalkan jenis informasi yang mungkin memiliki dampak pada pemikiran seseorang.
• Teori interpretif
Teori ini mencoba mengungkapkan makna, baik dalam aksi maupun dalam teks. Teori ini menjelaskan pemahaman peristiwa. Teori ini memiliki keunggulan sifat pemaknaan pengalaman indifidu.
Beberapa alasan mengapa orang perlu memahami teori adalah:
1. dengan mempelajari suatu teori, orang menjadi paham akan latar belakang, kedudukan, fungsi, hubungan, dan aspek-aspek lain yang terlibat dalam proses komunikasi dan informasi.
2. untuk dapat mengungkapkan aspek-aspek lain dan kedudukan serta fungsi-fungsi dari masing-masing aspek atau komponen yang terlibat dalam suatu peristiwa komunikasi, proses informasi dan perpustakaan, diperlukan suatu langkah praktis dan teoritis yang sudah teruji validitas dan kebenarannya secara ilmiah dan yang telah tersusun menjadi suatu teori.
3. teori komunikasi sosial, pendidikan, dan juga perpustakaan dan informasi dapat membantu seseorang (ilmuwan atau siapa saja yang meminatinya) dalam memahami proses (komunikasi) yang terjadi antar manusia dalam suatu peristiwa.
4. melalui pemahaman akan teori, seseorang bisa mengetahui akan hal-hal yang dapat mempengaruhi, memperlancar, atau menghambat keberhasilan proses komunikasi dan juga informasi di suatu peristiwa.
5. melalui pemahaman akan teori, seseorang praktis komunikasi di lapangan bisa melakukan prediksi yang cukup tepat akan peristiwa-peristiwa komunikasi yang terjadi serta effek yang ditimbulkannya.
6. teori, juga teori komunikasi dan sosial dan perpustakaan/informasi merupakan sumber hipotesis tentang peristiwa-peristiwa komunikasi, pendidikan, dan sosial, yang kelak dapat diuji kebenarannya melalui studi eksperimen atau studi lainnya.
7. konsep dan prinsip, serta hipotesis dalam teori komunikasi dan informasi yang diajukannya, setidaknya dapat membantu meningkatkan penampilannya sebagai seorang ahli komunikasi informasi yang kredibel.
Selain yang 7 alasan yang tampak dalam fungsi teori seperti diuraikan diatas, kita juga juga bisa mengembangkan alasan lebih lanjut tentang pemahaman akan teori.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: