Kisah klasik masa lalu dan masa depan

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan tak terasa pula hampir 1,5 tahun perkuliahan dikelas khusus begitu banyak kenangan tak terlupakan bahkan dikenang sepanjang masa serta menjadi kisah klasik masa depan. Awal perkuliahn kita tak kenal teman satu dengan yang lainnya, masih jaim-jaim diruangan perkuliahan lirik kiri kanan dan Tanya dari mana dan siapa. Biasalah nama juga baru kenal jadi masih banyak malu-malunya, seiring dengan waktu kearkabarn berjalan dengan asyik dan mengasyikkan dan selama perkuliahan ada yang cinlok (cinta lokasi), bersahabat semakin akrab dan kekeluargaan seakan tak bisa dipisahkan lagi semakin kompak kelas kita.


Ketua kelas yang begitu asyik dan suka ajakin main-main tempat wisata dikota bandung, serta dalam perkuliahan ketawa-tawa, kesiriusan, dan pusing terbagi dengan teman-teman. Sampai dengan USMAS (usulan masalah) kita kasat kusut Tanya gimana sudah dapat judul belum dan gimana kita ujian barengan aja. Sungguh begitu banyak kehangatan terjalin selama perkuliahan. Kemudian selesai USMAS kita sudah jarang ketemu paling ketemu ketika bimbingan dengan pemimbing karena kita sudah sibuk dengan skripsi kita masing-masing. Disini teman mulai pusing dan Tanya sudah BAB berapa dan kapan sidang waduuh kalau ditanya gituan teman-teman mulai senyum dan jawab dengan candanya. Dan begitu banyak liku-liku selama bimibingan tapi alhamdulliha ku dapat pemimbing yang baik, tetapi dengarin cerita teman ada pemimbing asal ACC aja, truz gak konsisten dengan apa yang diucapin, Cuma bisa nyalahin tetapi tidak kasih saran seharusnya gimana dan begini. kritikan dan menyalahkan tanpa memberi masukan mungkin agar anak bimbingan lebih kritis dan bisa mencari solusi sendiri apalagi sekarang dengan literasi informasi dituntut bisa mengatasi masalah dengan sendiri-diri. Kemudian skripsi sudah rampung sibuk lagi nyurus persyaratan banyak betek bengeknya (itulah birokrasi) biar bisa mengikuti sidang malah yang membuat kita capeknya yaitu ada mata kuliah nilai belum keluar itu sudah jelas tanggung jawab mereka karena telah ikut ujian UTS, UAS dan tugas ternyata masih ada juga nilai belum keluar bahkan ditanya lagi waktu minta nilai. Tapi itu bukan suatu hal yang begitu menghalang kita untuk ujian sidang mungkin merupakan berjuangan yang harus dihadapin selama perkulian mungkin dengan itu pula bumbu perkuliahan terasa semakin bermakna.

Selanjutnya kopi skripsi buat sidang dengan lembar berlembar disatu lumayan tebal dan nilai rupiah juga lumayan mahal jika diukur dari saku mahasiswa, untuk diserahkan buat penguji tapi sayangnya skripsi bersih alias kinclok apakah sudah benar semua atau memang skripsi tidak baca sama sekali. Ketika hari “haaa” ditunggu datang juga dengan perasaan yang begitu menegangkan dan dakdakan minta ampun denyutan jantung yang begitu cepat dan terasa. Kemudian setelah memasuki area orang-orang para cerdas dan akademik disana kita diproses lebih kurang 1 jam untuk mempertangung jawabkan apa yang kita garapkan selama ini dan dituntut menjawab pertanyaan yang dilontarkan semua ilmiah dan tidak boleh menjawab tanpa referensi serta pertanyaan orang-orang hebat tersebut menyebak.

Kini kita selesai dan lulus juga dengan perasaan tegang, capek, jenuh, bosan dan bahagia.
Yang membuat kita tegang dan capek dimana hal yang bergelolak dihati dan pikirkan selama ini dapat diselasaikan berkat doa dan dukungan orang-orang sekitar tak pernah lelah memberi spirit dan senyum mereka pada kita. Selanjutnya bosan dan jenuh dimana selama perkuliahan kita berkutat dengan buku dan buku serta teori A-Z tanpa adanya praktek yang begitu mendalam apalah guna teori jika tidak dibarengin dengan aplikasi alhamdulliha rasa jenuh dan bosa itu bisa hilang lagi karena kedepannya kita tidak begitu berkutat dengan namanya buku dan tugas, tetapi kita bakalan berkutat berhadapan dengan nama “lowongan kerja” dengan didukung berbagai media untuk mempermudah dalam penelusuran lowongan tersebut. Apalagi sekarang pengganguran begitu banyak maka bersaing mencari lowongan kerja semakain dahsyat diperlukan skill. Terkahir kebahagiaan terwujud juga walaupun begitu banyak pertanyaan dan tugas kedepan harus diselesaikan dan hadapain, setidaknya tanggung jawab kita pada orang tua dan diri sendiri selesai dan bersiap dengan tantang esok dan lusa yang masih mengcengkam bahkan ngeri. Namun dengan kebahagian tersebut satu hal yang tak sanggup ku lupakan yaitu perpisahan dengan teman-teman kelas yang pada kompak habiz, mungkinkah kita diketemukan dengan jarak yang begitu jauh antara kita seperti kota dengan kota lain, pulau dengan pulau yang satunya. Tapi satu yang membuat kita akan selalu bersama yaitu dengan teknologi yang jauh seakan begitu dekat didepan mata.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: