cara-cara penyiangan bahan pustaka

PENYIANGAN BAHAN PUSTAKA

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan pengguna yang meningkat dan berubah dari waktu ke waktu, serta pengembangan koleksi perpustakaan yang dilakukan secara terus menerus menyebabkan makin bertambah banyaknya koleksi yang ada di perpustakaan. Sebagian koleksi pustaka akan berkurang manfaatnya, misalnya karena ada
perkembangan baru sehingga diperlukan edisi mutakhir. Ada koleksi pustaka yang walaupun usia terbitannya sudah tua, tetapi nilainya makin tinggi, baik nilai ilmiahnya (intrinsik), maupun nilai fisiknya (ekstrinsik). Koleksi pustaka tersebut merupakan karya langka, memuat sejarah perkembangan ilmu pengetahuan serta diakui sebagai akar perkembangan ilmiah masa kini. Masalah lain adalah makin terbatasnya ruang perpustakaan tempat menyimpan koleksi dan makin tingginya biaya pemeliharaan, sehingga perlu mengurangi buku-buku yang benarbenar sudah tidak bermanfaat.
Berdasarkan hal tersebut, maka usaha penyegaran koleksi melalui kegiatan penyiangan koleksi perpustakaan menjadi sangat penting, terutama untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan pengguna dan misi perpustakaan.

ARTI PENYIANGAN KOLEKSI
Yaitu proses seleksi dan penarikan koleksi dari perpustakaan: karena suatu keperluan tertentu, karena tidak bermanfaat lagi bagi pengguna perpustakaan yang bersangkutan, atau terjadi perubahan subjek untuk bahan pustaka yang akan dijadikan koleksi, atau bahkan karena sangat dibutuhkan oleh perpustakaan lain.

ALASAN PENYIANGAN
1. Beberapa alasan penyiangan koleksi perpustakaan adalah :
2. Bahan pustaka telah rusak berat, dan tidak mungkin diperbaiki lagi, atau karena ada sebagian halaman/isi yang tidak lengkap, lepas atau hilang.
3. Informasi yang dikandungnya dianggap sudah usang karena adanya kemajuan ilmu dan
4. teknologi.
5. Pengguna sudah tidak membutuhkan subjek yang bersangkutan.
6. Telah ada edisi terbaru yang isinya lebih lengkap dan sesuai zaman (up to date) untuk judul buku yang sama. Namun bila ada teori penting dalam edisi lama yang masih sahih dan tidak dicakup lagi pada edisi yang baru, maka koleksi tersebut tidak perlu disiangi.
7. Diperlukan oleh perpustakaan lain karena subjekisinya sangat cocok.
8. Perubahan kebijakan mengenai program, subjek, kelompok/tingkat pengguna yang dilayani, atau reorganisasi instansi induk.
9. Secara politis dan religis bertentangan dengan kebijakan pemerintah dan citra adat serta
10. agama yang dianut rakyat, dalam hal ini biasanya hasil penyiangan tidak dibuang, namun disimpan di tempat terpisah dan hanya untuk kegiatan penelitian.
11. Jumlah eksemplarnya lebih dari yang ditetapkan/disepakati.

KEUNTUNGAN YANG DIPEROLEH DARI
PENYIANGAN
1. Koleksi yang ada dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna baik dari segi isi, usia maupun fisiknya.
2. Mengurangi kepadatan koleksi, sehingga ruangan yang tersedia benar-benar diisi untuk koleksi pustaka yang sering digunakan dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
3. Bahan pustaka hasil penyiangan dapatdimanfaatkan oleh perpustakaan lain yang memerlukan.
4. Penyiangan berarti pula penyegaran terhadap koleksi yang ada.

WAKTU PENYIANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN
Penyiangan harus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, minimal lima tahun sekali untuk koleksi buku. Sebaiknya perpustakaan membuat peraturan tertulis tentang penyiangan koleksi perpustakaan untuk dipakai sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan ini.

PROSEDUR PENYIANGAN
1. Menentukan persyaratan koleksi pustaka yang akan disiangi misalnya atas dasar: usia terbit, subjek, cakupan, kandungan informasi.
2. Menentukan jenis koleksi yang akan disiangi, misalnya buku, majalah, brosur, leaflet, kaset rekaman, laporan tahunan/bulanan dan sebagainya.
3. Pemilihan/seleksi koleksi pustaka yang perlu dikeluarkan/disiangi. Pada tahap ini perlu
4. dipertimbangkan koleksi pustaka yang dianggap sudah tidak bermanfaat bagi pemakai
5. perpustakaan, terutama dalam hal edisi terbitan, volume, nomor dan subjek.
6. Mengeluarkan kartu buku, mencabut katalog dari semua jajaran katalog, menghapus data dari pangkalan data/katalog elektronik.
7. Koleksi pustaka yang disiangi diberi cap yang berbunyi: “Dikeluarkan dari koleksi perpustakaan”.
8. Membuat Berita Acara tentang hasil penyiangan/penghapusan untuk keperluan pertanggungjawaban administrasi dengan dilampiri daftar bahan pustaka hasil penyiangan.
9. Menyimpan di gudang atau menawarkan ke perpustakaan lain yang diperkirakan lebih membutuhkan.

PETUGAS YANG BERHAK MELAKUKAN
PENYIANGAN
Pengelola perpustakaan/pustakawan dibantu oleh para spesialis subjek dapat diberi kewenangan/ tugas untuk melakukan penyiangan. Pada perpustakaan penelitian dengan lingkup pengguna yang spesifik perlu dibuat rencana penyiangan yang lebih rinci dengan terlebih dulu berkonsultasi kepada peneliti/ahli di bidangnya serta penentu kebijakan.

One Response

  1. mbak mo tanya nih..prosedur penyiangan yang dijadikan acuan bagi perpustakaan itu metodenya siapa ya??? balas ya mbak di emailku ja..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: