BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Pada saat informasi sudah merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia, karena informasi dapat mengurangi yang dialami manusia dalam hidupnya. Yang menjadi kebingungan dari suati informasi adalah benar atau tidaknya sumber informasi sudah menjadi kebutuhan hidup yang hakiki dan banyak gunanya bagi manusia.terjadinya ledakan informasi menyebabkan pengguna informasi kesulitan dan mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Para pengguna menuntut layanan informasi siap untuk dipakai yang cepat, tepat dan mudah. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan kemasan informasi siap pakai yang cepat, tepat, dan mudah. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan membuat kemasan informasi yang akan disusun perlu diketahui terlebih dahulu guna informasi tersebut bagi pengguna dan pemasarannya.
Kemajuan teknologi berhubungan dengan perkembangan teknik kemasan informasi dalam bentuk yang lebih ringkas dalam arti dapat menghemat ruang penyimpananya. Teknik tersebut tidak lagi dalam bentuk tercetak tapi dalam bentuk digital (elektronik). Wujud komunikasi tyang disimpan dapat lebih bervariasi yaitu dalam bentuk teks, gambar, dan suara media informasi tersebut mmpu mengemas dalam bentuk digital dan mampu menampung informasi dlam jumlah besar. Dengan kemajuan diberbagai bidang, tentunya perpustakaan sebagai salah satu komponen pegelola informasi jadi tidak mau kalah. Perkembangan teknologi informasi yang diaplikasikan di perpustaakaan- perpustakaan mulai digunakan oleh manusia sejak dewasa yang lalu.
Dalam hal ini, saat surat kabar merupakan salah satu media yang dapat membantu wartawan dalam menyelesaikan tugasnya dalam memenuhi dan melayani kebutuhan informasi yang diperlukan. Sebagai salah sati media, surat kabar merupakan sumber informasi dan interpretasi yang mempengaruhi pikiran dan sikap manusia. Disamping itu surat kabar juga sebagai alat pembentuk, penghimpun, dan penyalu pendapat umum. Dalam memenuhi kebutuhan informasi wartawan. Perpustakaan harian umum menyediakan layanan yang semuanya ditujukan untuk memenuhu kebutuhan wartawan akan informasi guna penulisan berita, salah satunya dengan menghadop layanan peneluisuran informasi melalui data base.
Data base sistem informasi perpustakaan yang disingkat pusaka merupakan alat bantu untuk mengolah bahan pustaka. Program ini dapat membantu perpustakaan. system informasi perpustakaan adalah sebuah perangkat lunak berbasis web yang bermanfaat untuk membantu proses manajemen koleksi buku, CD, dan majalah. Pusaka digunakan dengan memaksimalkan pengguna jaringan computer / internet, baik dalam pencetakan, peminjaman, pengembalian, bahan pustaka maupun data penting lainnya.Data base adalah kumpulan file yang saling berisi relasi tersebut biasa ditujukan dengan kunci dari tiap file yang ada. Satu data base menunjukan satu kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan.Pemanfaatan data base untuk perpustakaan sangat menguntungkan karena seluruh data dapat diakses dari mana saja,oleh siapa saja dan kapn saja. Lepas dai keterbsatasan dan kekurangan satu pengaruh yang mungkin ditimbulkan oleh data base sudah saatnya dipergunakan atau koleksi oleh bidang perpustakaaan untuk selanjutnya di pergunakian oleh pengguna.
Untuk mengetahi apakah penyediaan terbsatas data base pusaka, terhitung maka harapan pengguna dalam memenuhi kebutuhan infomasi wartawan perlu dilakukan pengkajian oleh karena itu pemanfaatan pusaka sebagai sumber informasi bagi wartawan.

1.2. Permasalahan
Bertitik tolak dari latar belakang masalah, maka penulis merumuskan masalah yaitu “Bagaimana pemanfaatan data base dalam memenuhi kebutuhan wartawan?”

1.3. Identifikasi Masalah
Kemudian dari perumusan masalah tersebut untuk selanjutnya dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana tujuan wartawan memanfatan data base PUSAKA media penelusur dalam memenuhi kebutuhan informasi ?
2. Bagaimana frekuensi wartawan dalam menelusur informasi data base PUSAKA ?
3. Bagaimana intensitas wartawan dalam mengakases melalui pusaka informasi melalui data base PUSAKA ?
4. Bagaimana kecepatan pengaksesan melalui pusaka dalam perolehan informasi actual ?
5. Bagaimana keragaman informasi yang disediakan PUSAKA dalam memperoleh informasi mendetail.?

1.4. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mngakaji permasalahan- permasalahan yang telah dirumuskan antara lain :
1. Untuk mengetahui tujuan memanfaatan data base sebagai media penelusur dalam memenuhi kebutuhan pengguna
2. Untuk mengetahi frekuensi wartawan dalam menelusur informasi melalui data base PUSAKA
3. Untuk mengetahui intensitas wartawan dalam mengakses informasi melalui data base PUSAKA
4. Untuk mengetahui tingkat kecepatan PUSAKA dalam memperoleh informasi aktual
5. Untuk mengetahui tingkat keragaman informasi dalam memperoleh informasi mendatail

1.5. Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan Teoritas
Sebagaimana kegunaan teoritas penelitian ini diharapkan dapat mengetahui, mempelajari, mengembangkan pengetahuan dan menambah wawasan penelitian di bidang ilmu informasi dan perpustakaan khususnya dalam bidang kemasan informasi berbasis teknologi.
2. Kegunaan Praktis
Kegunaan praktis dari penelitian ini adalah
a. Bagi perpustakaan untuk mengetahui bagaimana tanggapan wartawan mengenai data base PUSAKA sebagai alat Bantu penelusuran informasi
b. Bagi wartawan sebagai media untuk memperoleh proses pengaksesan dan data sumber informasi sehingga efektifitas kerja dapat tercapai.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Data base sebagai sumber informasi
Informasi merupakan salah satu sumber daya penting dalam suatu perusahaan ataupun lembaga sebagai bahan pengambilan keputusan. Sehubungan dengan hal ini informasi haruslah berkualitas.menurut burah dan grudnitiski (1989) kualitas informasi ditentukan oleh 3 faktor yaitu :
1. relevan
2. tepat waktu
3. akuisisi
Akurasi berarti informasi bebas dari kealahan ,relavasi berrti bahwea informasi benar-benar berguna bagi sutu tindakan keputasan yang dilakukan oleh seseoarang. Tepat waktu berarti bahwa informasi datang pada saat dibutuhkan sehingga bermanfaat untuk pengambilan keputuan.sistem informasi perpustakaan atau pustaka merupakan alat bantu untuk mempermudah bagi para pegawai di suatu perusahaan atau lembaga dalam memperoleh infomasi teknologi bisa di libatkan. Secara lebih khusus lembaga umumnya mencipatkan sistem informasi. Menurut alter (1992) sistem informasi adalah kombinasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah lembaga.
Data base sistem informasi perpustakaan atau pustaka merupakan alat bantu untuk mengolah bahan pustaka. Program ini dapat membantu perpustakaan dalam pengaturan dan pengelolaan aktivitas berbasis pustaka. Sistem informasi perpustakaan adalah sebuah perngkat lunak berbasis Web yang bermanfaat untuk bermanfaat untuk bermanfaat untuk membantu proses manjemen koleksi seperti buku, CD dan majalah. Pusaka digunakan dengan memaksimalkan penggunaan jarinagan komputer/ internet, baik dalam pencatatan peminjaman, pengembalian bahan pustaka, maupun data penting lainnya. Program ini berbasis Web artinya hanya dengan memasang/instal program sebuah komputer pegawai yang menggunakan komputer lain akan dapat memanfaatkan program ini asalkan dalam suatu jaringan internet dengan memakai program semacam internet.
Dengan adanya program ini di harapkan prose pencatatan penerimaan, peminjaman maupun pengembalian pustaka akan menjadi jauh lebih efektif dan efisien, karena dipercepat oleh suatu sistem terkomuterisasi apabila hal itu terwujud SDM yang selam ini digunakan untuk melakukan proses yang sifatnya manual dan berulang-ulangdapat dialihkan ke kegiatan- kegiatan lain yang lebih bermanfaat.
a. Definisi data base
Menurut Stephens dan Plew (2000) data base atau basis data adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data. dengan basis data pengguan dapat menyimpan data secara terorganisasi setelah data disimpan, informasi harus mudah di ambil. Krateria dapat digunakan untuk mengambil informasi cara data disimpan dalam basis data menentukan seberapa mencari informasi berdasarkan banyak kreteria. Data pun harus mudah ditambah ke dalam basis data, dimodifikasi dan dihapus.
Kemudian Silberschatz, dkk (2002) mendifinisikan basis data sebagai kumpulan data berisi informasi yang sesuai untuk sebuah perusahaan. Sistem manajemen basis data (DBMS) adalah kumpulan data yang salinh berhubungan dan kumpulan program untuk mengakses data. tujuan utama sistem manajemen basis data adalah menyediakan dengan cara menyimpan dan mengambil informasi secara mudah dan efisien.
DBMS adalah bagian perangkat lunakyang dirancang untuk membuat tugas. Sebelumnya menjadimudah dengan menyimpan data dalam DBMS dari pada sebagai kumpulan file sistem operasi kita dapat menggunakan fitur DBMS untuk mengelola data secara efisien. Karena volume data dan pengguana terus bertambah. Ratusan gigebyte data dan ribuan pengguana merupakan hal biasa dalam basis data perusahaan saat ini sehingga dukungan DBMS sangat diperlukan (Ramakrishnou dan Gehike, 2003)
b. Lingkungan Data Base
Lingkunagan data base adalah sebuah habitat dimana terdapat basis data untuk bisnis. Dalam lingkungan basis data, pengguna memiliki alat untuk mengakses data. pengguna basis data dari dalam lingkungan basis data atau dari luar lingkungan. Pengguna melakukan semua tipe pekerjaan dalam keperluan mereka bervariasi seperti menggali data (mining for data) memodifikasikan data/ berusaha membuat data baru. Masih dalam lingkungan pengguna tertentu bia tidak diperbolehkan mengakses data baik secara fisik maupun logis. Program pusaka termasuk ke dalam lingkungan client-server. Lingkungan client-server terdiri atas sebuah komputer utama yang isebut server dan satu atau label PC yang dihubungkan ke server. Basis data terletak pada server yang merupakan bagian terpisah dari PC masing-masing pengguna yang ingin mangakses basis data pada server harus memiliki PC sendiri. Karena server PC adalag sistem komputer terpisah, aplikasi dibuat dan di instaln pada PC dimana melalui aplikasiitulah pengguna dapat mengakses basis data pada server aplikasi pada client mengirimkan permintaan data atau transaksi melalui jaringan secara langsung ke basis data host server. Informasi dikirimkan melalui jaringan ke basis data menggunakan open data base connectivity (ODBC) atau sofware jaringan lainnya. Salah satu masalahdalam lingkungan client. Server adalah ketika versi baru aplikasi dibuat harus di instal dan dikunfigurasi ulang pada tiap-tiap komputer clien

2.2. Server Data
Sistem server data digunakan pada LAN dimana ada hubungan kecepatan atau client dan server. Komputer client sepadan dengan kekuatan pembrosesan dari komputer server. Pada lingkungan semacam ini, komputer client lagi melakukan semua pemberosessan paa komputer client, lalu mengirimkan datanya kembalai ke komputer server. Arsitektur server server data sangat populer pada sistem data base berorientasi objek (Silberchatz dkk; 2002)
2.3. Pemanfaatan Informasi
Hamalik (1993: 162) mengatakan bahwa pemanfaatan informasi merupakan prose pendayagunaan informasi oleh seoarang atau sekelompok orang untuk memakai kebutuhannya sesuai dengan tingkat intelektualnya masing-masing.
Adanya layanan data base PUSAKA memberikan manfaat yang bermanfaat yang sangat banyak kepada perpustakaan diantaranya :
1. terjadinya efisiensi waktu dalam penelusuran dan akses informasi kaena pengguna memanfaatan layanan data base PUSAKA dengan strategi yang tepat
2. Peranan perpustakaan dapat didayagunakan oleh pengguna dalam mencari sumber rujukan melalui koleksi digital
3. Informasi dapat ditelusur dan diakses oleh pengguna atau peneliti melalui layanan data base PUSAKA dapat meningkatkan kualitas pemberitaan
4. Informasi di perpustakaan yang menyediakan layanan data base PUSAKA dapat ditelusur atau di akses dengan di akses dengan cepat oleh pengguna.
Menurut Bambang Setiarso (1997-83) penyebaran informasi menjadi terbaik dibandingakan dengan mudah konvensional jika dulu informasidi cetak baru disebarkan. Kini informasi di sebar dulu secara elektronik baru di cetak di komputernya masing- masing secara online intensitas dan frekuensi dalam setiap pemanfaatan PUSAKA merupakan faktor yang mempengaruhi terpenuhinya kebutuhan informasi pengguna. Dengan didukung faktor- faktor tersebut maka pengguan dapat denagn tepat dan mudah menemukan informasi yang dibutuhkannya, serta menemukan kesesuain antara isi informasi dengan kebutuhan informasinya dan juga merasa puas akn informasi tersebut dengan demikian kebutuhan informasi pengguna yang memanfaatkan PUSAKA dapat terpenuhi.

2.4. Kebutuhan Wartawan
Wartawan sebagai profesi yang menyampaikan informasi dalam suatu kemasan berita juga membutuhkan informasi selayaknya kita sebagai manusia memang benar bahwa setiap orang membutuhkan informasi sebagai bagian kehidupannya ( Yusuf, 1995 : 8). Kebutuhan informasi wartawan merupakan sutu keperluan sebelum wartawan menyusun sebuah berita. Tujuannya untuk menggunakan tulisannya. Sebagai pusat informasi perpustakaan seoarang wartawan biasanya membutuhkan informasi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya berikut adalah 4 jenis kebutuhan akan informasi
1. Kebutuhan informasi mutakhir (currieneed appoach)
2. Kebutuhan informasi rutin (every need appoach)
3. Kebutuhan informasi mendalam (exhaustive need approach)
4. Kebutuhan sekilas (cathing up need approach)

BAB III
GAMBARAN UMUM LOKASI DAN OBJEK PENELITIN

3.1. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan anlisis survey. Variabel bebas atau variabel X pada penelitian ialah pemanfaatan data base PUSAKA. Sedangkan variabel terikat adalah memenuhi kebutuhan informasi wartawan untuk memenuhi sampel yang optimal pada penelitian ini metode penelitian sampling yang digunakan adalah pcrposif sampling.

3.2. Data Base PUSAKA
3.3.1. Sejarah perusahaan PUSAKA
Hit and run adalah sebuah istilah yang sudah sering didengar oleh perusahaan yang memanfaatkan jasa konsultan informasi dalam pengembangan perangkat lunak. Hit berrti memdapatkan proyek dan menyelesaikan sesuai ketentuan sedangkan Rut berarti berlari dan tidak bertanggung jawab pada perangkat lunak yang dihasilkan setelah proyek selesai. Hit and run dapat terjadi karena sebagian besar jasa konsultan informasi dan teknologi tidak berbasiskan produk melainkan proyek, sehingga setiap perangkat lunak yang dibuat tidak dipikirkan apakah dapat dikembangkan, apakah dapat bertambah kemampuanny. Fokus utama jasa konsultan berbasis informasi teknologi adalah bagaimana menghasulkan sutu produk sesuai dengan spesifikasi proyek dan selesai tepat waktu.
3.3.2. Tujuan diselenggarakan program data base
Penerapan data base yang diguanakan yaitu sebagai alat untuk menelusuri informasi bagi wartawan. Mengigat tugas wartawan adalah menyampaikan informasi kepada khalayak dalam bentuk berita yang merupakan buah tulisannya. Tujuan adanya layanan progara, diharapkan segala proses pencarian informasi menjadi lebih efekti. Siatem informasi/ PUSAKA merupakan alat bantu untukmengolah bhaan pustaka. Program inim dapat membantu perpustakaan dalam pengaturandan pengelolaan aktivitas berbasis data PUSTAKA. Sistem informasi prpustakaanadalah perangkat lunak berbasis web yang bemanfaat untuk membantu proses manejemen nkoleksi seperti buku, CD dan computer / internet, baik dalm peminjaman, pengembalian, bahan pustaka maupun data penting lainnya.
3.3.3. Keunggulan PUSAKA
1. Dapat berkomunikasi antar anggota perpustakaan dengan fasilitas diskusi dengan memaksimalkan jaringan komputer berbasis internet
2. Proses manajemen PUSAKA dilakukan secara elektronik sehingga proses pelayanan kepustakaan menjadi lebih cepat dan terkendali
3. Paperlees karena tidak lagi membutuhkan katalog unyuk pencatatan identitas PUSAKA
4. Browing PUSAKA dilakukan online oleh siapa saja
5. Promosi PUSTKA dan berita deapat ditampilkan melalui media informasi yang di sediakan oleh PUSAKA
6. Dengan adanya bercode scnner, maka terhindarkan dari tindakan oknum-oknum yang hadirmenyelundupkan PUSTAKA atau tidak mengikuti prosedur peminjaman

3.3. Pemanfaatan Data Base PUSAKA
Dunia perpustakaan telah mengalami perubahan orientasi dari orientasi kegiatan proses menjadi orentasi pada pengguna (user). Perubahan orentasi ini terjadi akibat tuntunan perkaembangan pda pengguana (user). Perubahan ini terjadi akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi yang di sajikan kepada pengguna yang membutuhkannya. Tujuan pengguna memanfatkan PUSAKA selain sebagai media penelusur informasi adalah sebagai fasilitas untuk memesan buku dan informasi lain yang dbuthkankepada pustakwan.
3.3.1. Frekuensi pemanfaatan melalui PUSAKA
Lamanya waktu yang dibutuhkan pengguna dalam memenfaatakan PUSAKA sebagai media penelusur informasi dapt dibilang sering. Hal ini menunjukkan frekuensi pemanfaatan data base PUSAKA sebagai media penelusur di kalangan wartawan sudah cukup efektif, walaupun belum setisp hari karena program ini termasuk baru menurut Harter dan Kin. Walupun internet gratistidak digunakan biaya bagi pengguan untuk mengakses informasi mereka secara umum atau minim untuk mulai belajr menggunakan (wood word). 1997). Menurut penuk\lis dan diperkuat dengan kenyataan respondendi ketahui bahwa denganfrekuensi serimg (1 kali dalam 1 minggu) menelusur melalui data base PUSAKA sudah dapat memenuhi kebutuhan untuk mendapatkan informasi.
3.3.2. Intensitas pemanfaatan data base PUSAKA
Oleh wartawan hasil penelitian penulis rata-rata setiap pengguna hanya mengakses tidak lebih dari 2 jam hal ini disebabkan keterbatasan waktu seorang wartawan yang pekerjaannya sebagai pemburu berita, mengigat setiap berita harus selesai tepat waktu atau sesuai deadline sehinggga waktu yang tersisa untuk mencari informasi bayar 2 jam, selain itu bosannya pengguna berlama-lama di komputer. Pusaka memberikan fasilitas dengan menyediakan informasi yang bervariasi. Jenis informasi yang terkandung dalm pusaka cukup bervariasi diukur dari adanya informasi dari berbagai subjek dan dalam PUSAKA cukup dapat memenuhi kebutuhan informasi mendatail.

BAB IV
PEMBAHASAN

Bab ini merupakan pembahasan hasil penelitian mengenai pemanfataan data base PUSAKA dalam memenuhi kebutuhan informasi wartawan, maka data yang diperoleh tersebut kemudian di anilisis dan diuraikan.

4.1. Analisis data responden
Dibutuhkan untuk mengetahui latar belakang responden yng dapat disajikan masukan untuk mempelajar data penelitian. Yang merupakan data responden yang dalam hal ini adalah pengguna data base. Data responden meliputi jenis kolom, dan usia responden. Dapat digambarkan bahwa sebagian besar jenis kelamin responden dalam penelitian ini adalah laki-laki tercatat sebesar 60 % dan 25 orang responden adalah laki-laki hampir setengahnya adalah perempuan sebanyak 10 orang (40 %) dari 25 orang responden.

4.2. Analisis data penelitian
Analisis data base pada bagian ini merupakan penjabaran. dari oprasional variabel penjabaran dari operasional variabel berapa pertanyaan- pertanyaan angket yang hasilnya akan di taksirkan secara langsung oleh penulis ke dalam suatu tabel tunggal. Variabel utama pemanfaatan data base PUSAKA dengan sub variabelnya tujuan menggunakan data base PUSAKA frekuensi penelusuran informasi, melalui PUSAKA tingkat keragaman informasi ruti, pemenuhan informasi mendalam, dan pemenuhan informasi sekilas PUSAKA
4.2.1. Analisis tujuan menggunakan PUSAKA
Penulis menggunakan sub variabel ini ke dalam 5 pertanyaan penelitian, dan penyabaran dari indikator penelitian. Hasil penelitian terhadap responden mengenai adanya PUSAKA awal mulanya responden memanfaatkan PUSAKA tujuannya mencari informasi dan merningkatkan pengetahuan teknologi.
1. Sumber Promosi PUSAKA
Kebijakan suatu perusahaan atau lembaga informasi dalam menyediakan sutu program baru untuk memenuhi kebutuhan pegawainya memerlukan berbagai promosi untuk mengenalkan produk atau program tersebut kepada pegawainya selaku pengguna utama berikut ini tabel pendapat responden mengenai keberadaan adanya data base PUSAKA
No Pengetahuan Keberadaan Adanya Data Base F %
1.

2.
3 . Adanya promosi dari para staf pustakawan
Mengetahui dari teman sekantor
Diadakannya pengalaman dan pelatihan oleh pihak perpustakaan 2

19
4 8

76
15
Jumlah 25 100

Hal ini memumjukkan bahwa dalam menyelesaikan informasi mengenai keberadaan produk atau jasa baru, cara yang lebuh efektif dan mudah adalah dengan tekni penyebaran melalui mulut ke mulut.
2. Tujuan menggunakan PUSAKA
Tujuan utama diadakannya program data base PUSAKA adalah sebagai media penelusur in formasi, tetapi tidak menutup kemungkinan pengguna menggunakan PUSAKA dengan tujuan lain berikut tabel pendapat responden mengenai tujuan lain menggunakan PUSAKA sebagai media penelusur.
No. Tujuan Pengguna PUSAKA Selain Mencari Informasi F %
1.

2.
3. Sekedar mngetahui model teknologi informasi
Mengikuti perkembangan zaman
Mengisi waktu
9

10
6 36

40
24
Jumlah 25 100

Dari keterangan dapat dilihat hampir setengahnya responden menggunakan PUSAKA selama mencari adalah untuk mengetahui perkembangan zaman, hal ini dikarenakan dewasa ini perkembangan semakin maju dan telah memasuki ke segala bidang dan berbagai lapisan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan wartawan menggunakan PUSAKA adalah untuk mencoba sesutu yang baru. Orang menjadi terbiasa dengan surat (e-maail) pengguna lebih suka menggunakan program-program pengaksesan informasi mellui komputer dari pada datang langsung ke pusat informasi (Abdul kadia, 2003)
3. Kecepatan mencari informasi
Wartawan selaku pengguna utama PUSAKA sangat memerlukan informasi yang cepat berhubung pekerjaan mereka sebagai pemburu berita. Berikut tabel memaparkan pendapat responden mengenai kecepatan PUSAKA dalm mencari informasi.
No Kecepatan Pencarian Informasi F %
1.
2.
3. Sangat cepat
Cukup cepat
Tidak cepat 4
19
2 16
76
8
Jumlah 25 100

Berdasarkan ketiga di atas maka dapat diuraikan pendapat wartawan dan penulis sesuai dengan dengan bahwa PUSAKA memiliki tingkat kecepatan yang cukup, hal ini menunjukkan bahwa untuk mendukung pencarian informasi diperlukan kecepatan akses, dimana kecepatan pencarian informasi ditentukan olehbesarnya bandwith dari pusat jaringan. Kecepatan pencarian informasi dan akses oleh karakternya jaringan yang mencakup 3 era PC, server, dan infrastaletur LAN dan WAN (info komputer 2001 : 131).
4.2.2. Analisis Frekuensi Penelusuran Informasi melalui PUSAKA
Frekuensi pemanfaatan PUSAKA seseorang berdasarkan hasil wawancara dengan wartawan di ketahui bahwa dengan mengakses 4 kali dalam 1 minggu sudah dapat memenuhi kebtuhan informasi. Hal itu disebabkan tersedianya berbagai sumber informasi lain yang dimiliki perpustakaan seperti text book dan internet.
4.2.3. Analisis Intensitas Pemanfaatan Databese PUSAKA
Sub ini akan diuraikan ke dalam 2 pertanyaan penelitian , dimana pertanyaan tersebut merupakan dari indikator penelitian.
4.2.4. Kendala Penelusuran melalui PUSAKA
Kendala diukur dari 2 pertanyaan penelitian yaitu tingkat kemudahan penelusur dan kendala dalam penelusuran melalui data base PUSAKA. Proses dalam menelusur informasi melalui PUSAKA cukup memudahkan bahasa programnya mudah dimengerti, tetapi terkadang wartawan kesulitan dalm memikirkan password. Pengguna PUSAKA diberi identitas pengguna untuk dapat mengakses basis data secara langsung kedalam jaringan melalui aplikasi chent server, jika pengguna tidak memasukan password maka tidak bisa menggunakan PUSAKA. Kendala yang sering ditemui ketika melakukan penelusuran adalah sibuknya jaringan mengingat data base PUSAKA termasuk jaringan LAN yang terdiri dari client dan server.

4.3. Pemenuhan Kebutuhan Informasi
4.3.1. Kebutuhan Informasi Rutin
Sebagian besar wartawan berpendapat cukup banyaknya perolehan informasi rutin yang trkandung dalm PUSAKA. Hal tersebut menunjukkan bahwa PUSAKA tidak hanya mengandung informasi yang sifatnya lengkap, muktahir dan aktual saja, tetapi juga mengandung informasi yang rutin artinya informasi selalu tersedia setiap waktu terhitung setiap hari senin selama 4 minggu, tetapi tidak harus jam 8 senantiasa mendapatkan informasi dalam subjek yang sama.
4.3.2. Kebutuhan Informasi Mendetail
Sebagian besar wartawan berpendapat bahwa PUSAKA mengandung informasi yang cukup mendetail, karena pada dasarnya informasi yang terkandung dalm PUSAKA cukup dalam, cukup jelas dan cukup menarik dibandingkan dengan media lain. Informasi yang terkandung dalam PUSAKA cukup mendetail dapat diukur dari perolehan informasi yang setengah artinya hanya sepintas untuk mendapatkan informasi yang lebih mendetail wartawan memperoleh dari sumber lain seperti buku, internet, lapangan atau tempat kejadian.
4.3.3. Saran responden
Berdasarkan kritik dan saran responden mengenai pemanfaatan data base PUSAKA dalm memenuhi kebutuhan informasi wartawan dapat diklasifikasikan menjadi 3 pertanyaan yaitu isi, kecepatan dan pengoperasian. Sebagian besar wartawan menyarankan untuk melengkapi informasi yang bervariasi dari berbasis bidang dalam mengakses melalui PUSAKA

4.3. Tabulasi Silang
Pada bagian ini akan diuraikan data dengan data menggunakan tabulasi silang. Tujuannya untuk memgetahui krateria variabel pemanfaatan data base PUSAKA dengan variabel. Pemenuhan informasi wartawan yang dikemukakan dalm variabel penelitian adanya keterkaitan antara kecepatan pengaksesan dengan perolehan kebutuhan informasi aktual melalui PUSAKA.

BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Bertitik tolak dari hasil penelitian dan pembahasan dalm penelitian dan pemanfaatan data base PUSAKA terhadap pemenuhan informasi wartawan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
a. Sebagian besar tujuan wartawan memanfaatkan data base PUSAKA yaitu untuk mencari informasi lengkap, beragam dan mendatail dan mutakhir
b. Intensitas dalm pengaksessan informasi melalui PUsAKA rata-rata setiap harinya wartawan menakses cukup tinggi, waktu pengakses yang masih kurang disebabkan karena wartawan memiliki waktu yang terbatas untuk mencari informasi
c. Informasi yang dimiliki PUSAKA cukup beragam bagi wartawan tersedianya informasi yang menentukan subjek tertentu dan memperoleh informasi yang mendetil
d. Frekuensi wartawan dalm melakukan penelusuran informasi melalui PUSAKA termasuk tinggi, walaupun masih belum sesuai dengan target PUSAKA yaitu pada tingkat sangat tinggi, maka untuk meningkatkan frekuensi pemanfaatan pihak perpustakaan harus intensitas dalm mempromosikan kepada pengguna
e. Tingkat kecepatan pengaksesan menentukan perolehan informasi yang aktual. Pada umumnya wartwan berpendapat bahwa PUSAKA memiliki tingkat kecepatan yang cukup sehingga menyebabkan perolehan informasi yang di dapat cukup aktual. Hal ini tingkat kecepatan merupakan faktor yang penting dalam perolehan informasi aktual.

5.2. Saran
Berdasarkan hasil penelitian terhadap pemanfaatan data base PUSAKA dalm memenuhi kebutuhan wartawan, maka saran yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
a. Sebagai media penelusuran informasi data base PUSAKA diciptakan dengan tujuan untuk memenuhu kebutuhan informasi wartawan, maka diharapkan agar menambah atau paling tidak mempertahankan keragaman dan keaktualan informasi sehingga pengguna meras puasa dalam menelusuri informasi melalui PUSAKA
b. Berkaitan denganbelum optimalnya frekuensi pemanfaatan data base PUSAKA alangkah lebih barunya lebih ditingkatkan promosi dalm bentuk penyebaran pamflet mengenai fasilitas yang ada di perpustakaan. Mengadakan pengenalan dan pelatihan secara intensif kepada pengguna. Hasil penelusuran bisa menjadi contoh di pasang di depan komputer masing-masing wartawan agar menarik wartawan untuk menggunakan PUSAKA sebagai media penelusur informasi, serta adanya user guide/ petunjuk dalm memggunakan data base PUSAKA, sehingga frekuensi pemanfaatan PUSAKA oleh wartawan dapat meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Jogiyanto. 2003. Sistem teknologi informasi pendekatan terintegrasi konsep dasar teknologi aplikasi pengembangan dan pengelolaan. Yogyakarta : Andi

Kadir, Abdul. 2005. Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta : Andi

Lasa H.S. Kamus Istilah Perpustakaan. Yogyakarta : Gadja Mada University Press

Nidjaman, Tati A. 1998. Dinamika informasi dalam global. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Sevelin, Consuelo G. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta : Universitas Indonesia

Simrmata, janner. 2005. Basis Data. Yogyakarta : Andi

Singgrimbun, Masri. 1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta : LP3ES

Susanto, T. 1997. Sistem Berbasis Pengetahuan Di Bidang PUSDOKINDO Program Ilmu Informasi. Jakarta : Universitas Indonesia

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: