Puisi untuk ”makhluk”

Angin kenapa seperti ini…
Bintang apa yang terjadi…
Matahari kemana dia…
Bumi wajarkan hal ini…
Bulan sungguh bingung dengan ini…

Siapakah yang salah dia atau…
Siapakah yang benar dia atau…

Apakah, sengaja dilakukan hal ini
Apakah, mempermainkan hal ini
Apakah, kebosanan yang terjadi
Apakah, berpaling daratan lain atau…
Apakah, apakah, apakah….?
Pertanyaan ini tak bisa dipecah
Hanya angin, matahari, bumi dan bulan
Mengetahui apa yang terjadi…

Angin, bintang, matahari, bumi dan bulan
Katakan padanya…
Jika ini diinginkan
Dia terima walaupun hati penuh gejolak
Mungkin ini takdir atau kah nasib ataukah…

Puisi ini ku ciptakan hanya untuk ”dia”
Untuk mengungkap perasaan saat ini
Kecewa, sedih, dan …
Puisi ini ku lukis hanya untuk ”dia”
Agar dia tahu getaran itu
Selama ini dibingkai dengan rasa perih

Sangmaha mencintai…
Engkau maha memutuskan, mengendalikan dan memberi
Tolong engkau sentuh dan lembutkan qolbunya
Agar ini tidak terjadi untuk kecian kali

Namun ini keputusan telah berakhir
Dia tetap menerima dengan sabar, dan ikhlas
Walaupun akar cinta dan sayang masih mengakar

Tapi biarlah…
biarlah…biarlah…

oleh : testiani_makmur@yahoo.co.id
belajar sesuatu dengan ikhlas, cinta dan sabar

2 Responses

  1. Biarlah… jadi inget lagunya nidji….

  2. sungguh tak pernah berpikir kenapa makhluk nama adam…begitu tak bisa memahami perasaan seorang wanita

    salam kenal ya bujang rimbo…hehee

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: