Ooo Kesetiaan

Ooo Kesetiaan

Oooh…bantal begitu setianya
Engkau menemani ketika “dia” terdampar dipulau kapuk
Seandainya engkau tidak ada
Sungguh kesunyian tidak akan musnah dan lenyap
Ketika senja telah menghampiri magrib

Ooo…selimut begitu setianya
Engkau melapiskan kulit ari dan tubuh “dia”
Seandainya engkau tidak ada
Sungguh kehangatan tidak akan terasa
Ketika hendak melelapkan kelopak mata

Ooo…kasur begitu setianya
Engkau memberi kenyaman pada raga “dia”
Seandainya engkau tidak ada
Sungguh jiwa tidak bisa menghilangkan lelah
Ketika keheningan mendekati suara azan subuh

Andaikan Bantal, selimut, dan kasur bisa berkicau
seperti burung yang menebarkan sayapnya
di awan-awan yang indah sambil berkedip-kedip

Pasti akan mengatakan…
bahwa dia merindukan orang yang jauh disana
bahwa dia menunggu orang dipulau sana
bahwa dia selalu bermimpi orang didaratan sana

Pasti akan mengatakan…
bahwa dia begitu banyak beban yang dipikul
bahwa dia begitu banyak dikecewakan
bahwa dia begitu banyak dibohongin
bahwa dia begitu banyak dikhianati

namun dengan beban itu
dia tetap kokoh menatapi kekrikil menusuk
namun dengan kekecewaan itu
dia tetap opitimis menerjang sengatan api
namun dengan kebohongan itu
dia tetap percaya percikan air yang mendengung
namun dengan pengkhianatan itu
dia tetap menjalin rajukkan seperti jaring laba-laba

oleh: testiani_makmur@yahoo.co.id
belajar sesuatu dengan cinta, ikhlas dan sabar

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: