KETIKA DAN KETIKA

Ketika kata itu terucap
Dia begitu kaget seakan-akan seperti kilat menyambar
Sungguh tak pernah menyangka kata itu bakal terucap
Dari mulut yang manis yang selalu bertasbih dan tasmik
Sungguh perasaan seakan melayang-layang
Seperti kupu yang menari-nari diatas bunga yang mekar

Ketika kata itu terlontar
Dia begitu riang dan semangat mendengar kata itu
Tidak pernah membayangkan bahwa kata itu bisa
Merubah panas begitu terik menjadi hujan yang begitu deras
Sungguh tak sanggup untuk diungkapkan
Hanya rasa syukur dan terima kasih yang teringat

Ketika kata itu terangkai
Seperti sulam yang dirangkai begitu unik dan klasik
Seperti warna-warni kampas pelukis yang mengerak-gerik
Tangan yang gemulai dan penuh dengan perasaan estetika
Seperti lirik-lirik dipuja dan dinyayikan
Seperti itu yang dirasakan

Ketika kata itu terwujud
Dia akan selalu membingkai kata-kata itu
Seperti pernak-pernik ditembok langit
Yang begitu agung dan syahdu serta menggangumkan
Setiap yang menatap kesana dan seperti orang
Yang selalu dipantai yang menunggu indah cahaya sunset
Seperti itu pula ku bingkai kata tersebut dihati paling dalam
Yang dilandasi dengan iman dan takwa.

2 Responses

  1. ketika kata itu salam kenal
    ini aku

  2. yoiiii……..salam kenal balik saudara ku hehhee

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: