UNTUK KE-2 KALI…

Dihari yang terik dengan hawa yang begitu lumayan panas dengan dicucurin keringat kecil-kecil mulai bercucuran walaupun duduk dengan yang manis dan sambil membaca didalam damri mungkin kita tahu gimana suasananya dan kondisi di damri kalau mahasiswa unpad sangat familier dengan keadaan tersebut. Jam menuju 13.00 wib menunggu mercedez (damri) untuk menuju kota bandung karena damri merupakan kendaraan yang banyak digunakan mahasiswa jatinangor untuk kebandung sebenarnya banyak kendaraan lain bisa digunakan seperti angkot, motor dan taksi. Namun naik damri merupakan biaya paling murah dan cepat untuk sampai dibandung sebab biaya terjangkau dan jalur yang dilalui TOL.

Tidak beberapa lama tunggu damri lewat, kemudian stop Damri sesampainya didalam mata mulai melihat kebelakang masih ada tidak kursi yang kosong ternyata pada penuh semuanya. Terpaksa berdiri sungguh tidak enak karena pertama benak dan capeknya minta ampun bisa dibayang berdiri lebih kurang 1jam, seakan-akan penumpang pada lihatin (ge-eran) hehehe…tapi Alhamdulliha juga dengan berdiri bisa menikmati dan mengamati wajah penumpang yang pada kepanas, capek, ngantuk, canda, dan sebagainya. Tapi ini merupakan pengalaman kedua kalinya berdiri di Damri. Sedangkan pertama waktu itu yaitu pertamanya kekota bandung untuk balik kejatinangor dimana saat itu selesai kunjungi cilewalk sesampai di DU (Depati Ukur) tidak ada satupun Damri yang mangkal atau ngetem, sedang penumpang tungguin banyak minta ampun karena waktu itu kalau tidak salah Maba(mahasiswa baru) angkatan 2007 ada acara penginapan di bandung (DU) serta hari tersebut terakhir otomatis penumpang meludak untuk pulang kenangor bisa dibayangkan seluruh Maba, mana sudah hampir malam dan hampir setengah jam menunggu akhirnya penunggu juga datang tapi saat Damri datang Subhanaallah penumpang pada rebutan supaya bisa dapat tempat duduk sebanar waktu itu masih ragu-ragu naik tidak Damri tapi coba aja berusaha untuk masuk kedamri. Ternyata benar apa yang dipikirkan tidak dapat tempat duduk terpaksa berdiri dengan muatan luar biasa, terkadang sering berpikir sebanar muatan Damri berapa sih tapi kayak tidak ada standar penumpang. Dimana walaupun sudah padat masih tetap aja kenetur masuk penumpang mau dikasih duduk dimana lagi sudah jelas tempat duduk tidak ada lagi, apalagi yang berdiri ibarat sudah bisa cium dengan teman di depan atau samping semakin sempit dan dekatnya dekapan. Mudah-mudah tidak terjadi untuk k-3 kali berdiri damri habiz tidak enak banget dan kaki juga tak sanggup berdiri lama, tapi juga tidak bisa mengelak kalau nasib membawa berdiri kecian kalinya hehehee…

Serta untuk ke-2 kalinya juga mengunjung ITB dimana sebelumnya pernah kesana wakut ada acara seminar tentang entrepreneur, saat pertama kesana hawa dan suasana beda banget dengan kampus kita sehari-hari jalan menuju kesana. Disana gedungnya klasik dengan temboknya yang megah luar biasa, pohon-pohon yang besar mungkin pohon tersebut umurnya sudah hampir lebih kurang 30 tahun kali ya, mahasiswa juga beda banget tempat kuliah ku sesuai dengan pengamatan orangnya klaim-klaim atau mungkin kebetulan yang ketemu mahasiswnya gitu. Sungguh asyik dan tenang sambil menikmati kesejukkan di taman mesjid salman ITB lihatin orang duduk-duduk sambil baca, diskusi, canda dan kebetulan juga saat duduk di taman dihampiri 3 cowok serta ucapain salam mungkin karena kita yang duduk pake jilbab atau Cuma basa-basi salam mudah-mudah tidak. Ketiga 3 cowok tersebut mengutarakan niat dan maksud serta minta maaf sebelumnya seandainya menggangu habis waktu lagi asyik diskusi sambil ketawa sopasti kaget ada dan kenapa orang tersebut. Ternyata niat mereka untuk menanya (wawancara) lebih kurang 5 menit tentang atau pendapat kita tentang perminyakkan Indonesia khusunya diflora, pertama menolak tapi orang tersebut mohon serta ngomong salah satu saja tidak perlu kesemuanya, akhrinya teman mau juga menanggapin dengan cuap-cuap alias castus mengeluar pendapat apa yang diketehui sedang kita sambil ketawa dengarin teman jelasin. Tak beberapa lama selesai juga kemudian orang tersebut pamit dan ucapin terima kasih seterunya lanjutin diskusi dengan bumbui canda dan tawa kemudian memutuskan duduk melingkar dan sambil memperkenalkan satu dengan yang lain. Namun tak terasa semakin syahdunya tak terasa waktu sudah hampir jam16.00 serta azan berkumadang begitu bergema serta membuat orang yang mendengar suara panggil rabbi tersebut pergegas untuk menuju belakang tempat kita duduk tepatnya Mesjid Salman ITB, begitu juga kita mengakhir acara dengan doa penutup dan menuju kesana untuk bertemu kekasih dan menunai kewajiban yang 3 ketiga yaitu sholat azhar. Langkah demi langkah sambil berkata-kata terus berlaju menuju kesana dan melirik serta memandang subhanallah begitu bagus dan beda lagi dengan kampus ku. Namun juga mensyukuri dengan kampus ku walaupun jauh banget dengan ITB karena setiap sesuatu pasti memiliki kelebihan masing-masing. Seperti akan semakin sering kesana karena ada acara dan misi yang harus diselesaikan disana, mudah-mudah tetap bisa menjalaninya walaupun jarak jauh lebih kurang 1jam berjalan menuju kesana.

Astafirullah untuk ke-2 kalinya juga untuk melihat tak harus dilihatkan, sungguh sangat memalukan hal seperti itu dimana milahatin mahasiswa berpelukkan yang begitu mesra di taman tersebut kacian banget kata orang yang berpendidikan tapi kok tingkah dan sikapnya jauh dari cerminan orang pendidikan. Mau disapa tak enak dan apalagi dibiarin karena kita tahu bahwa itu tak boleh dilakukan apalagi didepan umum seperti hadist kata satu ayat walaupun itu pahit namun ingin disapa takut memang kamu siapa mau ikut aja urusan orang. Sungguh binggung banget tetapi hanya bisa istiqfar mudah mereka menyadari apa yang telah dilakukan, dimana sebelumnya melihat seperti itu di monument depati ukur saat itu malam dimana kita lagi asyik photo-photo di monument namun yang satu ini lebih parah banget dengan waktu taman ITB sungguh malu banget lihatinnya. Menurut pikiran orangnya masih pelajar dimana lihatin wajahnya masih imut dan ABG, ya rabbi mau kemana masa depan bangsa masih kecil aja sudah berani gitu didepan umum, ya rabbi kemana rasu malu bangsa ini, ya rabbi kemana iman mereka, ya rabbi apa yang ada dipikiran mereka kok mau dan pasrah digituin cowok. Siapa yang disalah dengan ini semua orang tua kah yang begitu percaya dan melepaskan anak mereka, wanitakah yang begitu pasrah dan percaya dengan cowok ngombal, cowokkah yang disalahkan karena begitu tergoda dan bernafsu dengan kecantikan wanita, dan apakah perkembangan atau moderesasikah yang salah karena para pelajar meniru ala hidup orang barat. Alhamdullah ya rabbi engkau masih memberi sepercik iman yang tertinggal mudah sepercik keimanan ini bisa lebih bertambah segumpal dan seonggok gunung keimanan serta kebaikan. Ya rabbi semoga istiqomah tetap selalu dihati dan melangkah karena allah dan keimanan ini tidak pudar dan luntur.

Dimushalla untuk k-2 kalinya disapa dan ditegur orang yang sama dan dengan omongan yang sama orang tersebut membuat tersenyum dan ketawa. Sebelumnya orang tersebut Cuma bertanya tentang leptop antara lain bercakap lebih kurang 3 menti yaitu:
Ibu :“neng kok leptop gak dicolekin kelistrik” truz menjawab
Ukhti : ‘iya buk ini leptopnya pake batre
Ibu : mang batre dimana dipasang, batenya kayak batre ABC ya
Ukhti : ini buk batrenya sambil menujuk kebawah leptop sambil senyum pada ibu tersebut. Ini batrenya tahan 2jam buk…
Ibu : ooooooo……
Kalau udh habiz dibuangin ya neng?
Ukhti : gakkkkkkkkkk…..buk ntar dcash kayak hp lagi…
Ibu : harganya berapa leptop bisa photo juga ya?
Ibu gak bisa kayak gini neng dan kapan bisa main ini?
Ukhti : dulu mah mahal ibu tapi sekarang sudah murah 4 juta bisa kok ibuk
Sejak sekolah dulu buk…
Ibu : kalau mau nonton juga bisa maf kata nich neng biasalah orang tua ”eeeeppp sensor kata-katanya hehehe”
Ukhti : bisa buk…
Akhir dari percakapan kita lebih kurang 3menit ibu tuuh pekangin pipi sambil ngomong neng tuuh manis untuk kedua kali ”eeeeemmmmmemmemeeee ku berlayang-layang heheheeee dengan kata-kata tersebut hehehee”….maci sibuk akhirnya ada juga yang ngomong manis selama ini kebanyakkan ngomong gak cantik ”(mang iya kok)” kita jelek… gak kok neng cantik sama maniz itu beda!btw bedanya apa buk kalau maniz apa yang dipakai bagus beda dengan cantik… ”oooo gitu ya”. Sebelumnya ibu tersebu juga pernah ngomong dengan ku seperti itu ditempat yang sama Cuma yang beda pakaian yang dipakai hehehee….
Ya rabbi semoga kemaniz menurut orang tersebut itu benar mudah-mudah tetap bisa menjaga kemanisan tersebut dengan tawakal, pikiran, perasaan dan cinta setiap menaburi benih keimana aminnn….

Terakhirnya untuk k-2 kalinya beli makanan ringan dihari yang sama dimana waktu balik kekos. Sebelumnya tidak pernah beli makanan khas sunda tersebut karena sudah membayangkan pasti tak enak dan keras serta dikunyah tak bakalan seenak pisang caramel. Adapun khas sunda tersebut dibeli 2kalinya yaitu cimol kalau mahasiswa di tanah pasunda tahu cimol itu kayak apa dan rasanya gimana seandainya tidak tahu keterlaluan banget jadi orang. Habiz ini adalah makanan paling murah truz banyak lagi dengan sajian yang khas seperti cimolnya bulat-bulat kayak kelereng persis banget dibumbui serbuk putih rasanya juga khas ada manisnya gitu, dituangin saus dan kasih tusuk seperti tusuk sate. Pertama kali makan, masukin mulut dan kunyahin tak beberapa saat ternyata enak ya ”salah banget dengan bayangan selama ini”. Testnya terasa dimulai dari sausnya pedas, serbuk putih manis, cimolnya tidak tegang alias lembut. Sungguh adonan dan rasanya pas banget, makanan ini bakalan tidak untuk k-2 kalinya untuk dibelikan serta bakalan berlanjut untuk setiap lewat sana. Serta masih banyak makan-makan ringan sudan yang enak…hehehhee…bukan bermaksud mengatakan makanan sunda tak enak………Mungkin itu dulu kisah dan cerita untuk ke-2 kalinya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: