CERITA CINTA

Episode 1
Saat-saat pertama aku ketemu “dia, aku masih ingat betapa saat iut menjadikan aku semakin penasaran dan merasa ingin mengenal “dia” lebih dekat lagi. Saat itu aku ingin tahu siapa “dia”, bagaimana “dia dan apakah “dia” punya cinta?

Tidak sedikiti waktu ku habiskan hanya untuk membayangkan betapa indah dan bahagianya bila aku dapat meraih cinta “dia”. Dan “dia” dapat menempatkan aku dihatinya sebagai orang yang amat ia kagumi.

Ah… itu hanya dapat aku hayalkan saja!
Tapi…
Dibalik keinginan itu aku selalu bertanya dalam hati “apakah dia akan tahu kalau aku punya rasa suka padanya”. Masa bodoh aku harus patah hati dan putus asa, aku harus mampu untuk meyakinkan diriku sendiri kalau nanti “dia” akan tahu dan menyambut aku dengan cintanya. Berhari-hari aku tunggu, akhirnya datang juga kebahagian itu. Aku dapat bersama nya untuk pertama kali saat itu ketika hujan rintik dan malam makin larut…

Episode 2
Hujan yang turun malam itu telah mampu membawa angin bahagia bagiku walaupun sesaat. Dalam langkah kaki yang begitu cepat menuju rumah, aku merasa malam itu hanya menjadi milik aku dan ‘dia”.

Guyuran hujan saat itu tak mampu membasahi seluruh tubuhku, aku dilindungi dengan paying asmara yang membuat aku bisa bersamanya.

Saat itu aku merasakan bahwa selama ini ada orang yang mesti harus mendapat perhatian dari aku, tapi selama itu aku selalu menyia-yiakan semuanya. Terus terang, rasanya saat itu aku tak ingin terlewatkan begitu saja tanpa ada makna dari kebersamaan itu.

Setelah kejadian saat itu berlalu begitu saja, bukan saja membuat aku berhenti untuk mencari kesempatan lain lagi bersamanya, malahan hari-hari kau lalui dengan penuh penasaran dan kegelisahan.
“dia” yang aku dekati malam itu ternyata menjadi bunga mimpi setiap tidur ku. Aku merasa terganggu dengan kehadiran ”dia” dalam mimpiku tapi aku juga sangat senanag sekali ternyata dari semua itu bertanda bahwa aku telah menemukan cinta yang menurut aku sangat murni.

Aku tak bisa membayangkan kalaus suatu saat nanti ”dia” akan menyambut aku dengan ketulusannya…

Ketika kurasa
Semua berakhir
Kau datang
Dengan ketulusanmu
Membangun asa
Yang runtuh
Membuka hari yang tertutup

Terima kasih…
Akan ketulusan dan kejujuranmu
Pastikan ku jaga selamanyaa
Cinta diantara kita!

The last episode
Tanpa terasa waktu berlalu begitu saja dan meninggalkan kenangan yang sangat mengesanakan hingga tak terlupakan.

Hari beganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan beganti tahun. Tak terasa setahun sudah harapan ku hanyalah semu belaka. Tidak ada tanda-tanda angin segar bakal menghampiri ku dan mengejukkan hatiku. Aku sadar dan mulai menyeseli diri, mengapa selama satu tahuna ku begitu kaku terhadap ”dia”. Aku sangat malu dan merasa tak punya PD untuk menyatakan yang sebenarnya bahwa aku sangat menyukai ”dia”.

Aku tak bisa menolak keinginan hatiku untuk menyatakan yang sejujurnya kepada ”dia” dan kepada semua orang. Okelah, saat itu mungkin kau bisa berbohong kepada semua orang akan semuanya, tapi hatiku sendiri tak mungkin membongiku.

Aku sangat tertutup kepada setiap teman ku saat iut sehingga mereka tak pernah ambil peduli dengan kegilisahan ku.
Aku berusaha untuk menghilangkan semua kegilisahan itu dengan berbaga cara. Aku hanya tidak mau dikatakan sebagai orang pengecut.

Mencari cinta lain adalah hal terbaik bagiku untuk meredam semua kegilisahan yang tak berujung itu. Aku mendapatkan cinta dari orang yang belum sama sekali aku kenal bahkan menyapanya pun tak pernah.

Entah berawal dari mana, aku mulai kenal dengannya dan kelihatan kami makin hari makin dekat dan tak terasa aku pun menyatakan cinta ku pada ”orang itu”.
Rasanya semua yan gaku lakukan dapat sedikit melupakan gelisahanku ku terhadap ”dia” . aku berusaha untuk mencintai ”orang itu” dan ternyata lama-kelamaan cinta makin tumbuh dan bersemi diantara kami.
Saat itu aku mulai menyadari bahwa aku mulai sungguh-sungguh sama ”orang itu”, tapi apa yang terjadi setelah itu? Hubunga ku dengan ”orang itu” ternyata hanya sia-sia dan aku hanya dijadikan orang kedua baginya. Aku dipermainkan!
Aku mulai sadar bahwa selama ini cinta yang aku berikan pada ”orang lain” hanya bertepuk sebela tangan. Aku memang bodoh mau percaya begitu saja pada ”orang itu”. Aku tak terima dipermainkan seperti itu dan akhirnya aku mulai menyeseli diri betapa bodohnya aku. Aku harus bersikap sebagai lelaki-lalaki yang punya prinsip bahwa sekali cinta itu dipermainkan maka untuk selamanya tetap akan dipermainkan oleh orang yang sama. Aku terpaksa mengambil langkah yang menurut aku sangat bijaksana ”aku harus rela melepaskanya”.

Aku sangat kecewa sekali tetapi kekecewaan itu tak akan aku biarkan begitu saja. Dengan hati yang begitu masih dirundung kecewa, aku mencoba mencari cinta sejatiku, terhadap ”dia” yang terlupakan sebelumnya.
Aku hampiri teman ”dia” untuk menyampaikan pesan ”salam” buat ”dia” berhari aku tunggu jawabannya tapi tak kunjung ada terakhir aku minta tolong sama temanku yang juga tetangga ”dia” untuk menyampaikan pesan yang sama. Awalnya aku tak menyangka bahwa angin segar sudah mulai menyapaku, dan hati tetap dag-dig-dug. Ternyata semua impian ku dan harapan ku mulai terwujud. ”dia” menyambutku dengan ketulusannya aku merasa bahagia sekali.

Sejak saat itu aku dan ”dia”sudah sering ketemu dan rasa-rasa malu yang pernaha da tak terlihat ladi diantara kami dan aku yakin kalau ”dia” selalu memberi yang terbaik bagiku.
Susah memang untuk menjaga cinta dengan kepercayaan. Selama itu tidak sedikit problem yang timbul dan hal itu disebabkan karena ”orang itu” muncul lagi. Tapi aku tetap bangga sama ”dia”, ternyata bisa memahaminya dan tidak pernah terjadi salah paham. Mudah-mudahan untuk selanjutnya tak terulang lagi karena semua probelm itu telah aku selesaikan dengan keputusan ku yang membuat ”orang itu bisa menerima kenyataan.

THE END

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: