Detik…detik Tahun Baru

new-years-fire-works-1024x7681“Memang sebenarnya putaran zaman itu menakjubkan, sekali waktu engkau akan mengalami keterpurukan, tetapi pada saat yang lain engkau memperoleh kejayaan.” (Imam Syafii)

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.[1] Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Adapun tahun baru di dunia antara lain sebagai berikut
• Dalam kalender Bahai, tahun baru jatuh pada tanggal 21 Maret yang disebut Naw Ruz.
• Rosh hasanah adalah perayaan tahun baru bagi umat Yahudi. Hari tersebut jatuh sebelum tanggal 5 September pada kalender Gregorian.
• Tahun baru Hijriyah dalam kalender Hijriyah dirayakan setiap tanggal 1 Muharam.
• Tahun baru Tiongkok atau Imlek jatuh pada malam bulan baru pada musim dingin (antara akhir Januari hingga awal Februari).

• Tahun baru Thailand dirayakan mulai tanggal 13 April hingga 15 April dengan upacara penyiraman air.
• Tahun baru Vietnam disebut Tết Nguyên Đán, dirayakan pada hari yang sama dengan Imlek.
Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.
Setiap menyambut pergantian tahun, banyak orang yang menaruh harapan. Tahun baru diharapkan membawa perbaikan dan keberuntungan, sehingga tak terasa akhir tahun hampir diambang pintu dan tahun baru menanti kehadiran kita semua. Menyambut detik-detik tahun baru begitu banyak persiapan para remaja, dewasa bahkan orang tua ikut serta merayakan tahun baru dengan berbagai kegiatan antara lain pesta kembang api, keliling kota, syukuran bahkan sampai hal-hal yang tidak wajar. Tidak hanya ironis tapi bisa juga dibilangkan mengherankan. Di tengah-tengah bencana alam yang terjadi, dan kehidupan penduduk yang masih banyak di bawah garis kemiskinan justru menghambur-hamburkan uang demi menyambut peralihan tahun Tahun baru seharusnya tidak dirayakan secara hura-hura bahkan tidak wajar namun bukan tidak boleh merayakan tetapi menyambut tahun baru harus dengan kegiatan positif seperti, ikut parsitisipasi menyandang dana dalam meningkat program Indonesia serta tahun baru bagaimana kita mengevaluasi apa yang pernah kita lakukan setahun sebelumnya dan hidup ini merupakan detik-detik yang sangat tidak terduga. Tugas kita hanyalah berusaha sungguh-sungguh, untuk menyongsong detik-detik itu penuh produktivitas.
Kemudian di tahun yang baru bukan menyesali apa yang sudah terjadi jika hal tersebut merupakan hal buruk karena manusia tak luput dari kesalahan, namun ditahun baru bagaimana kita merevolusi hal-hal sebelumnya belum tercapai sebab kita tidak kuasa untuk memutar balik waktu. Sesungguhnya waktu akan menghakimi orang yang menggunakannya. Saat kita menyia-nyiakan waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang sia-sia. Saat kita menganggap waktu tidak berharga, maka waktu akan menjadikan kita manusia tidak berharga. Demikian pula saat kita memuliakan waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang mulia yang terpenting adalah apa dan bagaiman yang akan dilakukan kedepannya. Karena itu, dari pada larut dalam penyesalan lebih baik kita mempersiapkan diri menghadapi Tahun 2009 antara lain:
(1) Membuat Resolusi, buat resolusi menjelang pergantian tahun adalah langkah yang baik, asal resolusi jangan sekedar harapan belaka namun jadikan sebuah motivasi untuk menjadi lebih maju. Jangan takut membuat resolusi lantaran takut kecewa karena tidak tercapai. Bagaimana bisa mencapai mimpi jika mimpi saja tidak punya? Tulis resolusi sebanyak-banyaknya pada sebuah dokumen atau diary bahkan pajang Planning tersebut tempat kerja dan dikamar (dimana waktu banyak dihabislkan).
(2) Perkuat Mentalitas, mimpi saja tidak cukup, yang lebih penting adalah ACTION! Lakukan hal-hal yang bisa mendukung tercapainya mimpi itu. Sehingga rencana yang telah diklasifikasi tidak hanya sebuah tulisan yang tiada arti yang lebih dikenal dengan istilah NATO (No Action Talk Only)
(3) Evaluasi secara Periodik, Ujian adalah sebuah evaluasi untuk mengetahui sejauh mana bisa bertahan dan mampu lebih baik untuk kedapannya serta berhasil meraihnya, begitupun dengan resolusi,. Kalau rencana belum tercapai maupun belum bisa terpenuhi, tinjau kembali lagi apa penyebabnya. Kemudian lakukan yang lebih baik lagi untuk meraih impian tersebut.
Terakhir mari kita songsong tahun baru ini dengan penuh semangat tentunya kita semua berharap, tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, baik bagi kita pribadi, masyarakat di sekitar kita, negara tercinta ini, bumi yang kita diami dan mari kita lewati tahun ini dengan tawakal serta tetap mensyukuri apa yang kita dapat, kemudian berusaha menggapai apa yang belum tercapai. Semoga dengan momentum tahun baru ini, dan dengan menyambut mentari terbit di ufuk timur esok pagi sebagai pertanda pergantian tahun menggugah diri kita untuk segera memperbaiki komitmen.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: