ketika perasaan itu hadir “buruan nikah atau bunuh saja perasaan”


Keindahan malam dan sayup-sayup lantunan surah Ar-Ruum memberi motivasi untuk mengurai, melukis, merangkai, menyatu kata menjadi kalimat tentang perasaan itu hadir. Kita pasti pernah merasakan cinta atau pesona dengan makhluk Allah, terkadang perasaan itu hadir membuat kita bingung, pusing, galau, gelisah, dan bertanya pada diri sendiri.

“Antara nikah atau bunuh perasaan”

Nah ketika perasaan itu hadir apa tindak lanjutnya? Bagaimana sikap kita? Seperti apa respon kita? apakah kita harus membunuh perasaan tersebut? Apakah perasaan tersebut membuat kita tak semangat? Apakah perasaan tersebut menjadi pribadi galau atau gelisah? seperti bahasa D’Masiv “Cinta ini membunuhku”J

Sedangkan cinta adalah fitra yang berlaku atas makhlukNya dan cinta pesan agung Allah pada manusia. DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNya di atas Arsy . Seperti pemilik cinta jelas dalam surah Ar-Ruum: 21

“……….dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.

Senada dengan ungkap Pak Romisastriowahono dalam blog pribadinya hendaknya ketika perasaan itu hadir ubah definisi dan paradigma perasaan tersebut serta bangkitlah, lanjutkan perdjoeangan

Selanjutnya ungkapan familier pak Romisastrio wahono dalam buku beliau (dapat apa sich dari Universitas)Janganlah kalian mengejar cinta. Jadilah legenda yang penuh dengan prestasi dan manfaat untuk orang lain, maka cinta akan silih berganti mengejar kalian. Dan ketika masa itu datang, pilihlah takdir cintamu, kelola cintamu, atur kadarnya, arahkan posisinya, dan kontrol kekuatan cinta sesuai dengan tempatnya”

 

Jadi perasaan itu tidak perlu kita matikan, tidak perlu kita bunuhkan, tidak perlu kita musnahkan, tidak perlu kita kejar-kejarkan, buru, dan cinta itu perlu kita kelola dalam wadah yang baik dan kesucian nilai.

Namun tidaklah mudah untuk menjaganya dan mengelola perasaan itu seperti membalik telapak tangan apalagi mengelola perasaan pada masa sekarang karena begitu ribuan godaan, rayuan, dan bisikan syetan maupun nafsu untuk menangkapi, merespon atau meletak perasaan di tempat nan salah sehingga salah mengekspresikan perasaan kita.

InsyaAllah banyak cara menuju roma hanya dibutuhkan azzam, tekat, niat, keinginan, dan kesebaran untuk menjaga hati menjadi hati yang perawan. Mari kita alih perasaan kita dan mengelola perasaan dengan berbanyak zikir, mengaji, bermanfaat untuk orang lain dan menyibukkan menjadi pribadi berilmu.

Ketika telah berazzam dan bersungguh-sungguh menjaga perasaan tersebut hanya mencintai Allah maka akan berlaku pula pertolongan Allah untuk memudahkan setiap urusan kita dalam menjaga dan menemu perasaan yang halal.

Jadikan itu sebagai pondasi memotivasi kita untuk senantiasa mengelola cinta menuju arah yang lebih baik dan tauti selalu hati kita dengan Allah Azza wajal’la

 

Mari kita lantunkan doa pernah dilafazkan Sayyid Qutb dalam denyut perasaannya Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada Mu….maka kokohkanlah. Ya Allah ikatkanlah,kekalkanlah cintanya

Semoga kita termasuk hamba Ilah yang mampu menjaga, mengelola, dan menata perasaan hingga waktu Allah pertemukan kita dengan hamba Allah yang pantas untuk kita miliki perasaannya dan mari kita komitmen bangun perasaan kita hingga perasaan kekal hingga surga.

BestRegard Inspirasi BeraniSukses

Postingan Terbaru Lain-nya :

Manusia Butuh Masalah


problem

“Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui (QS.Az-Zumar: 49)

Terasa sekali keringat dikening, keringat bersembunyi dibalik kerudung pink dan tak menghirau deras keringat bercucuran karena sedang asyik menikmati nasi timbel komplit.  Sejak tiga hari yang lalu ingin sekali makan dikafe ini karena bisa duduk bersila sambil menulis. Akhirnya sabtu menjadi waktu yang tepat bagi ku untuk menikmati nasi timbel. Diiringi lagu crisye nan begitu sendu menusuk hati.

Setiap kekafe itu dipastikan memesan menu sama, tak pernah bosan dan secara tidak langsung menjadi makanan favorit ku. Sepertinya yang disekitar tempat ku duduk juga memesan menu yang sama dengan diriku. Namun, selalu ada hal sama dengan hari-hari sebelumnya di setiap menikmati menu yang ku pesan yaitu selalu dalam kesendirian…(Kasian ya^__^). Tapi tak merasa sunyi karena laptop, tumbukan buku dan menulis yang mengembirakan diri dalam petualangan hidup. Walaupun keringat hadir begitu deras, terus menyatap makanan dengan pikiran terus melayang-layang untuk mencari ide apa bisa ditulis dikafe tersebut. Rugi saja rasanya duduk dikafe nan nyaman itu hanya dimanfaatkan untuk makan saja.

Menu yang disantap dengan kunyahan pelan-pelan berharap bisa menjadi energi positif yang dikelola anatomi tubuh bagi dalam. Disaat ku menikmati satu mangkuk kecil nasi bakar, ikan nila bakar, sambal lado, lalapan, tempe dan tahu goreng serta sayur lode. Tiba-tiba diputarin lagu lawas dan terbawa suasana gembira. Jika tak salah ku mendengar kata-kata yang menyentuh dari lirik crisye diantaranya cobaan, menempuh perjalan, tenggelam, kabut, senja nan muram dan penawar. Sesekali kedengar juga lagu-lagu jawa dan secara pikiran langsung teringat dengan kota yogya. Kota membawa banyak kenangan, persaudaraan dan tawa. Setelah semua makanan yang dihidang depan ku ludes, langsung bergegas membuka leptop serta segera menulis kata yang memenuhi pikiran selama perjalanan dari ruko teman menuju kafe. Kata yang memenuhi pikiran dalam perjalanan dengan kecepatan motor 40Km/jam yaitu “MASALAH”.

Sebagaimana artikel yang pernah ditulis tahun yang lalu bahwa salah satu syarat menjadi orang besar dan sukses harus siap menghadapi masalah besar serta pandai-pandai membingkai masalah secara bijak. Lihat saja bagaimana sejarah toko bangsa, pahlawan, orang hebat dan berpengaruh di Negeri pernah mengalami masalah. Masalah umumnya mengantar mereka menjadi orang besar dan dekat dengan Allah. Apalagi sering mendengar semakin tinggi iman seseorang maka semakin dahsyat masalah akan menimpa.

Tiap orang pernah mengalami masalah karena tidak ada satupun manusia tak diberikan masalah oleh Allah, tiap orang mempunyai masalah berbeda, tiap insan melihat masalah dari berbagai perspektif, tiap orang memaknai masalah sesuai dengan tingkat keimanan, setiap pertukaran waktu akan ada masalah yang menghampiri, masalah menyatakan kita membutuh manusia lain, tiap masalah selalu tersembunyi atau membawa hikmah, setiap masalah datang akan bisa melihat bagaimana karakter seseorang, masalah adalah bagian dari pendewasaan diri, masalah cara Allah menguji keimanan seseorang, masalah membuat orang kuat, terkadang masalah menjadi momentum seseorang bangkit dari keterburukan menjadi hero. Bahkan ada yang beranggapan masalah secara berlebihan (besar) dan ada pula merasakan masalah dialami tak seberapa.

Sesungguhnya manusia membutuh masalah. Dengan adanya masalah manusia bisa intropeksi diri. Masalah membuat manusi rindu berlama-lamaan sujud dan berdoa padaNya. Masalah menandakan manusia makhluk yang lemah. Masalah mengatakan bahwa keberadaan Allah itu ada.  Masalah menandakan Allah masih ingat dengan kita. Masalah cara Allah menyelamat manusia dari kesombongan. Masalah membuat manusia bisa mengontrol diri. Masalah mengajak manusia berpikir lebih detail dan menimbulkan ide baru. Amati saja produk atau barang yang diciptakan, tak lain tak bukan dipengaruhi oleh masalah. Jadi untuk menghasil/menciptakan sebuah produk atau barang maka sering mengamati masalah orang lain dan minta masalah pada Tuhan agar bisa berpikir tajam sehingga menghasilkan sebuah produk baru. Itu alasan kenapa manusia membutuhkan masalah.

Beragam cara dilakukan manusia ketika mendapat dan berhadapan dengan masalah. Ada dilanda masalah dengan diam diri semari menyalahkan orang lain, menghadapi masalah dengan mengraung-raung sambil mengatakah Allah tidak adil, menghadapi masalah dengan lari dari keramaian lalu duduk diruang kesunyian, menghadapi masalah dengan marah-marah pada siapapun yang diketemui, menghadapi masalah dengan menceritakan segalah permasalahan kepada orang lain, menghadapi masalah dengan melakukan hal-hal negatif dan menghadapi masalah dengan berbanyak sujud padaNya lalu berdoa agar diberi kekuataan menghadapi setiap masalah. Bila mendapat masalah kita pilih mengadu padaNya agar diberi jalan keluar karena tidak ada tak diselesaikan oleh Allah, selain itu juga mendapat ketenangan dan insyaAllah termasuk hambaNya yang sabar menghadapi masalah serta mudah-mudahan termasuk golong-golongan yang bertakwa.

Cara terakhir diatas merupakan cara terbaik dipilih oleh manusia mengalami masalah. Percayalah masalah Allah berikan pada kita tidak pernah salah apalagi nyasar, dengan masalah kita bisa menakar sejauh mana tingkat kesabaran, masalah mengajari kita untuk berpikir positif, masalah membuat kita rajin beribadah padaNya, masalah bisa membuat kita mengenal siapa saja yang baik dengan diri kita, masalah merupakan bagian dari kematangan pikiran dan sikap. Lebih dahsyat lagi, masalah membuat diri seseorang tenang dan bijaksana.

Makanya orang-orang sudah keseringan menghadapi masalah selalu tenang menghadapinya karena begitu sadar bahwa masalah adalah cara meningkat level kehidupan lebih baik lagi. Untuk hadapi lah masalah dengan hati yang jernih dan berpikir positif. Sehingga apapun masalah melanda tak pernah mengerutu dan menyalahi orang lain. Tidak semua orang bisa bersikap seperti itu dan yang bisa menghadapi masalah dengan ketanangan nan penuh bijak adalah mereka-mereka yang sudah mempunyai kedekatan diri padaNya dan mereka yang selalu menceritakan masalahnya hanya pada Allah tak ada kecuali itu.

Terakhir selamat menikmati masalah-masalah kehidupan. hadapi masalah dengan senyum yang dihiasi kesabaran serta bermunajat padaNya. Rasakan kenikmatan setelah berhasil mengendalikan masalah dan temukan ilmu-ilmu baru dari masalah itu.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Kapan kita mengatakan Tuhan Tidak Adil


adil

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Maidah: 8)

Sebagai makhluk yang tak sempurna mungkin pernah dan sering mengatakan manusia tidak adil. Tentu banyak alasan kenapa mengatakan manusia tidak adil salah satunya mendorong manusia tidak adil karena kebencian. Bila ada rasa kebencian pada seseorang, sekelompok, partai politik tertentu. Kemungkinan suatu ketika atau suatu saat akan melakukan sikap tidak adil karena lebih mengikuti hawa nafsu. Padahal sikap tidak adil, mengikuti hawa nafsu dan menyelimpang dari kebenaran akan membawa manusia pada sebuah kesesatan yang nyata.

Lagi pula Allah berulang-ulang menjelaskan dalam Al-quran agar manusia bisa bersikap adil dalam segala hal. Seperti Allah tegaskan dalam surah An-Nahl ayat 90 “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Tapi rata-rata manusia tidak bisa bersikap adil. Kendati berupaya untuk bisa adil. Bila merujuk pada ayat 129 surah Annisa dikatakan bahwa sekali-sekali manusia tidak akan dapat berlaku adil  walaupun sangat ingin berlaku adil. Jika manusia tidak adil sangat wajar karena manusia adalah makhluk  tak akan pernah bisa adil. Jika ada manusia berani mengatakan orang yang adil. Maka perlu dipertanyakan dan diragukan. Apakah kesemua orang dia bisa menerapkan adil? Jangan-jangan dia adil hanya pada orang tertentu saja. Lihat saja orang tua pada anak mereka masing-masing, masih terdapat kecondongan berat sebelah dan agak susah menerapkan adil.

Mari kita lihat apa itu defenisi adil sesungguhnya. Adil berasal dari bahasa arab yang berarti di tengah-tengah, jujur, lurus dan tulus. Secara terminologis adil bermakna suatu sikap yang bebas dari  diskriminasi, ketidakjujuran. Orang adil adalah orang yang sesuai dengan standar hukum baik hukum agama, hukum Negara maupun hukum sosila yang berlaku. Oleh karena itu orang yang adil selalu bersikap imparsial, suatu sikap yang tidak memihak kecuali pada kebenaran. Bukan berpihak karena bertemanan, persamaan suku, politik, bangsa maupun agama. Atas dasar itu berani mengatakan manusia tidak akan bisa adil, karena dalam kehidupan sehari-hari sering kita menemui orang tak bersikap adil yang mana saat memutus sesautu atau memilih seorang untuk menduduki jabatan tentu yang didasari oleh kesamaan politik, bertemanan dan suku.

Lalu bagaimana dengan sang pencipta apakah kita pernah mengatakan Allah tidak Adil. Mungkin diantara kita pernah terucap mengatakan hal seperti itu pada sang maha adil Disaat kondisi seperti apa kita mengatakan Tuhan tidak adil. Biasanya manusia mengatakan tidak adil pada Allah tatkala mendapat ujian, ketika keinginan tak tercapai, ketika tak berlimpahnya rezki, ketika disakiti, ketika sakit, ketika susah, ketika tak memiliki fisik tak tampan/cantik, ketika membandingkan dirinya dengan orang lain. Itu lah kondisi-kondisi manusia sering mengatakan Allah tak adil. Kenapa sampai  beraninya kita mengatakan Tuhan tidak adil? Apakah karena kita sudah melakukan adil sehingga begitu lantang mengucapkan kalimat seperti itu pada sang maha pemurah dan penyayang.

Tetapi pernahkah manusia mengatakan tidak adil pada Allah saat-saat  diberi pujian/dipuja, disayangi banyak orang, dilapangkan rezki, di beri wajah gagah/manis,  dihormati, diberi penghargaan, diberi keluarga tentram, diberi kesehatan, aib yang masih disembunyikan oleh Allah dengan rapat-rapat, diberi jabatan dan anak-anak yang berbakti serta sholeh/shaliha. Mungkin tak pernah terucap kata tak adil dari mulut kita pada Allah bilamana kondisi seperti itu. Malahan keadaan seperti itu sering membuat kita lupa dengan Tuhan, berbuat semena-menanya dan melahirkan sikap angkuh.

Dari sini pula kita sadar bahwa cara manusia menilai atau mensyukuri nikmat Allah juga tak adil. Bila diberi kenikmatan tak pernah sama sekali berkata “ tak adil”. Bila boleh jujur tak selayaknya kita memperoleh pujian, penghargaan dan limpahan rezki dariNya. Karena merasa belum memiliki kehebatan apapun dibanding orang lain tapi Allah gerakkan manusia untuk menghargai, menjanjungi atau menghormati kita. Coba bertanya dengan diri kita!!!  Ketika mendapat musibah atau bencana, belum dihijabannya doa kita kenapa begitu cepat mengatakan Allah tak adil? Sesungguhnya yang tidak adil adalah diri kita sendiri. Dimana salah menilai keadilan Tuhan. Setiap keputusan yang Allah tetapkan pada manusia semua adalah unsur kebaikan. Jangan pernah lagi terucap kalimat tak adil bagi sang maha adil dan maha kasih. Yuuk kita bermusabah apakah Allah benar-benar tidak adil dengan kita? atau sebaliknya Allah begitu adilnya terhadap kita? Padahal kita jarang sujud padaNya, sering melupakanNya, sering tak mentaati aturanNya dan hampir setiap hari menciptakan dosa. Tapi apa balasan Allah pada kita!!! Tetap melancarkan segala kegiataan, mempermudahkan rezki, mencurahkan keberkahaan dan menyanyangi dengan membentangkan alam raya serta mengirimkan tangan-tanganNya melalui kebaikan orang lain untuk mencintai atau menghargai kita.

Sesungguhnya hanya Allah adalah yang maha adil, yang maha tepat meletakkan sesuatu, maha tahu kapan keinginan harus terwujud, maha pemberi keputusan yang benar, dan maha pengasih pada seluru hambanya. Untuk itu, bagaimanapun kondisi saat ini syukuri setiap ketatapanNya pada kita. Dengan sikap seperti itu kita menjadi manusia yang tenang dan positif thinking dengan segala hal yang terjadi.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Betapa Pentingnya Berkomunitas


community.jpgBila hidup ditengah perkota, era globalisasi dan kompetitif mengharuskan kita mengikuti berbagai macam komunitas. Komunitas tak bisa dianggap sepele karena banyak orang menjadi hebat dan berubah melalui komunitas. Bahkan komunitas menjadi perhitungan tersendiri oleh perusahaan atau instansi pemerintah. Begitu banyak komunitas diperkotaan, dari komunitas sosial, pendidikan, hobby, bisnis, agama dan beraroma politik. Berkomunitas telah menjadi trend hidup orang-orang perkotaan. Biasanya komunitas bersua dan berkumpul diarea public seperti ditaman, mall, kafe/restoran dan ruang public lainnya.

Anggota komunitas umumnya berbeda-beda mulai berbeda profesi, pendidikan, wilayah, usia, gender, karakter dan agama. Mereka bersatu dengan satu alasan yaitu kesamaan visi atau minat.  Seandainya masih ada masyarakat perkotaan tak mengikuti satu pun komunitas betapa ruginya. Karena rata-rata mereka yang suka berkomunitas memiliki ciri yaitu mau bersosial, berbagi, berkumpul  dan suka berdiskusi. Padahal dengan bergabung berbagai komunitas memberi banyak manfaat dan pengaruh. Bahkan menjadi anggota komunitas tertentu sering diundang oleh pihak tertentu untuk mengikuti acara.

Mari simak baik-baik apa saja manfaat dengan bergabung dengna komunitas antara lain

  1. Menambah teman
  2. Menambah jaringan
  3. Mendapat ide-ide baru
  4. Menjalan silaturahmi
  5. Bisa tertawa ria plus selfie
  6. Berkesempatan bertemu orang-orang cerdas dan berlian
  7. Berkesempatan diundang oleh orang terkenal
  8. Kemungkinan besar mudah dikenal orang
  9. Melatih bersosial dan berkomunikasi
  10. Belajar berempati dan bersosial dengan lingkungan
  11. Membentuk karakter diri

Itu sebagian kecil manfaat dari berkomunitas. Selain itu dengan berkomunitas bisa bertemu orang yang memiliki jiwa memimpin, jiwa pencentus ide, jiwa pengembang ide, jiwa marketing, jiwa diplomasi dan jiwa penengah.

Namun saat memutus bergabung dengan komunitas sebaiknya lihat dulu apa kegiataan yang dilakukan komunitas tersebut. Apakah komunitas itu sesuai dengan fashion kita, tidak melabrak aturan agama dan hukum. Terlebih penting lagi cari dan bergabunglah dengan komunitas yang bisa mengajak kita sebagai makhluk Allah mencapai ketaqwaan serta komunitas mengajak produktif bernilai jual tinggi. Sebab ada juga komunitas yang mengarah pada yang negative. Tentu komunitas seperti ini harus dihindarkan, seharusnya dengan bergabung dengan komunitas lebih bijak, cerdas dan menghasilkan karya malah sebalik membuat hancur lebur.

So, bagi generasi muda belum bergabung dengan komunitas positif. Maka sekarang saatnya mencari komunitas-komunitas sesuai dengan karakter, minat dan tujuan hidup kamu agar hidup memiliki nuansa berwarna seumpama warna sinar matahari pagi menyinari hamparan bumi yang terbentang luas.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Bunga dan Kupu-kupu


kupu2Perjalan ditempuh sekitar lima belas menit menuju taman asri yang dipenuhi pohon rindang, air mancur, ketenangan dan bunga sedang mekar. Sesampai sana area parkir sudah dipenuhi roda dua dan ini bertanda taman lagi banyak pengunjung. Taman kota ini tak jauh dari rumah dan biaya masuk juga sangat murah. Baru dua puluh menit ku berada ditaman kota sudah merasa sejuk. Duduk ditaman kota sendirian adalah cara mencari inspirasi tapi taman kota sering digunakan sebagai ruang bermesraan oleh mereka sedang jatuh cintah dan kekurangan modal merayakan cinta. Dengan ulah mereka yang sedang jatuh ditaman kota terkadang membuat mata harus hati-hati menoleh. Jika tidak berhati-hati bisa melirik yang sedang mabuk cinta dengan gelagat tak semestinya.

Bila telah berada dikota telah mempersiapkan bekal berupa teh botol, coklat serta permen dan mengeluarkan pulpen yang dilengkapi kertas. Berharap ketika membawa muka menatap kesuluruh sisi-sisi taman kota secara spontan hadir idea yang unik. Apalagi taman kota ini dibumbui senandung lirik nan sendu dari smartphone semakin menarik ide tercetus di otak dan tersentuh oleh hati. Dan andaikan taman kota ini adalah halaman rumah ku sendiri mungkin ini adalah tempat favorit dan motivasi terus menulis. Ruang merangkai berbagai kata menjadi berbagai kalimat bermakna menggugah sukma. Namun Itu hanya ilusi yang tak mungkin terjadi. Seandainya terwujud memiliki halaman rumah seperti itu maka diyakini banyak hal yang terangkai, tertulis dan disharekan di account blog.

Tak hanya merasa ketenangan bila berada ditaman kota melainkan bisa menghirup oksigen segar, bisa mendengar titik air yang jatuh dengan nada-nada, air mengalir dengan riak-riak kecil, rerumputan yang tinggi sama rata, daun dikipas angina, semut berjalan disela-sela rumput, hembusan angin yang meniup kerudung panjang, suara angin menyentuh dedaunan dan tumpukan daun berwarna kuning. Mungkin dedaunan kuning sengaja ditumpuk oleh pengelola taman untuk dijadikan pupuk kompos. Tempat ku berdiri mengamati bagaimana daun jatuh dari pohon dengan atraksi penuh gemulai. Cara setiap daun berjatuhan berbeda-beda dan dengan kecepatan yang tak serupa. Sudah banyak daun yang berjatuhan dari pohon tinggi itu. Hampir semua pohon yang ada ditaman kota terdapat orang duduk dibawa pohon tersebut. Ada yang duduk sendirian, duduk berlima, duduk berdua dan berombangan. Mereka yang duduk disekitar pohon-pohon rindang menggunakan warna adem yang serasi. Tiba-tiba teringat dengan sabda teman bahwa warna alam adalah warna bagus dikenakan oleh manusia.

Akhirnya mata tertuju pada bunga-bunga yang disinari cahaya matahari siang. Terlihat jelas bunga bermekar dengan pola indah disetiap tangkai bunga. Jika diperboleh ingin rasanya memetik bunga indah nan mekar, berharap bisa berphoto disekitar bunga namun area kumpulan bunga dikeliling oleh pagar cukup tinggi. Ku hanya bisa menikmati bunga segar dari jauh tapi tak bisa memetik dan berphoto disana. Untuk bisa mendapat bunga segar itu ku harus minta izin dulu pada pengelola taman dan tentu ada syarat-syarat harus dipenuhi untuk memetik bunga itu.

Cukup lama ku arah mata keseputar kumpulan bunga-bunga indah, tak ingin rasa mata pindah pada pandangan lainnya karena merasa keharuman bunga menusuk jantung sedang berdetak memikir tentang keindahan bunga. Saat memandang dan membayangkan kegemulaian bunga, tiba-tiba kupu-kupu cantik ingin ingap diputik bunga. Kupu-kupu berwarna coklat bercampur kuning membuat ku tersenyum melihat tingkahnya mendekati bunga-bunga. Sebelum kupu-kupu ingap memutar kumpulan bunga-bunga dari arah kiri kenanan, dari sisi utara kearah barat dan cukup lama berputar. Mungkin kupu-kupu sedang mengitai bunga mana yang layak tempat menyisap sari pati bunga. Betapa cerdas kupu-kupu sebab begitu tahu mana bunga segar, bunga baru bermekar dan bunga memiliki sari yang banyak. Ku semakin serius menatap bunga dan tingkah kupu-kupu.

Dari kisah kupu-kupu dan bunga ditaman itu langsung terbayang tentang antara laki-laki dengan perempuan. Karena selama ini kupu-kupu diumpama laki-laki dan perempuan seumpama bunga. Jadi bunga yang indah nan mekar tak sembarang orang yang bisa menyentuhnya dia akan dipagari, dirawati, diletak tempat yang central dan kupu-kupu yang cerdas yang berani menghampiri bunga seperti itu. Begitu juga dengan perempuan seharusnya mempagari dirinya dari tangan jahil, merawat diri dengan menambah pupuk terbaik. Apa itu pupuk terbaik yaitu dengan terus mendekati diri padaNya, meng upgrade ilmu pengetahuan dan agama karena dia makhluk ciptaan Tuhan penuh keindahan. Sehingga yang berani menghampiri dia adalah laki-laki yang mempunyai kualitas rata-rata. Cara datang pun penuh dengan sikap santun dan tidak merendahkan harkat seorang perempuan.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Cewek Cantik Dan Bohai


Beautiful-Girl-Face-Pictures_beautiful-girl1

Ku masih saja menunggu kehadiran teman di kafe terkenal di kota X. Entah kenapa setiap bersua teman selalu memilih kafe itu. Ada pun alasan tertarik dengan kafe itu karena nyaman bagi ku untuk menulis apapun, suasananya juga rindang, tempat luas dan varian makanan yang makyoos. Lagi-lagi ku mengambil tempat duduk yang sama yaitu meja yang bisa buat bersila dan selonjor kaki.

Sudah setengah jam duduk sendiri dikafe itu dan sudah menikmati jus jambu sedikit gula. Teman belum juga menampakkan wajahnya, mungkin sedang dalam berjalan menuju kafe disepakati. Saat menunggu ku melihat berbagai macam orang yang datang kekafe tersebut. Disamping kursi ku ada lima orang yang sedang asyik diskusi seperti sedang menyelesaikan tugas kuliah, sesekali mereka teriak maupun tertawa. Disaat mereka tertawa secara otomatis mengarah pandangan pada mereka. Dulu ketika kuliah juga sering menyelesaikan tugas kelompok dikafe-kafe. Apalagi dikafe ada zona selfie nan unik diyakini akan banyak yang mengunjungi.

Begini gaya mahasiswa sekarang lebih suka menyelesaikan tugas dikafe-kafe dibanding mengerjakan tugas diperpustakaan. Kalau diperpustakaan tentu menghambat ekspresi mereka karena diperpustakaan bersuara saja dilarang apalagi sampai berteriak-teriak. Maka dari itu perpustakaan perlu memiliki beberapa zona misalnya zona slient, zona riuh, zona serius, zona fun tapi sayang hal itu belum ditemui diperpustakaan di Indonesia. Dengan tujuan menarik pengunjung untuk datang keperpustakaan dan betah berada diperpustakaan. Nyata desain perpustakaan tak pernah berubah sejak dulu hingga kini masih tetap dengan warna gelap. Padahal konsep perpustakaan begitu sudah banyak diadopsi oleh perpustakan diluar negeri.

Sedangkan dikursi paling pojok ada cewek seksi dan bohai sedang kesendirian. Mungkin dia sedang melepask penat, menenangkan pikiran atau janji dengan orang lain seperti ku lakukan menunggu teman.  Ku curi-curi pandangan melihat cewek itu. Membuat mata tak henti beralih melihat cewek tersebut karena melihat gaya menornya bak sosialita, persis seumpama cewek metropolitan dan mencirikan wanita karier. Bukan untuk kali ini saja bertemu cewek berpakaian dan berdandan begitu. Sudah sering kali melihat terutama ketika kuliah di kota bandung. Rata-rata mahasiswa gelius pisan dan tak bisa diutarakan dengan kata.  Ku mulai menebak sendiri apa profesi cewek tersebut. Biasanya berpakaian seksi dan bohai bekerja di ditempatkan front office, wanita karir, mahasiswa semester lima keatas dan remaja-remaja. Kenapa berani mengatakan begitu karena remaja juga ada berdandan seksi dan boai serta suatu ketika pernah ketemu remaja atau pelajar berpakaian seperti itu.

Ku tak hanya menebak profesi cewek seksi dan bohai itu tetapi juga menerka-nerka harga barang yang digunakan. Semakin tertarik lagi mengamati cewek itu dari kejauhan karena sejak dari awal duduk tak henti-hentinya berhenti bercermin melihat wajahnya yang dipenuhi make up tebal dan lipstick ngejereng. Lihat saja alis begitu tebal seperti alis artis-artis. Btw nama alis begitu apa ya??? Alis begitu memang sedang trend ditengah masyarakat, sering juga melihat mahasiswa kekampus menggunakan alis begitu dan tak kecuali ada salah satu dosen muda mengikuti  begitu. Mungkin konsep cantik dan anggun yaitu alis tebal, make up berapa centi, mata lentik, lipstick berkilau dan aroma tubuh yang harum. Seperti hal itu selalu sepaket melengkapi pada cewek-cewek seksi dan bohai. Maksud hati mempercantik diri tapi orang lain yang memadang jadi aneh, seakan-akan sedang melihat moster…{maaf sampe berkata begitu, peace and peace ya}

Padahal bagi perempuan ingin cantik dan anggun tak seharusnya begitu. Coba baca lagi buku-buku kecantik bagaimana menjadi wanita cantik secara natural yaitu muka harus sering dibawa berwudhu dan sholat. Untuk cantik tak perlu  ribet dan mengeluarkan banyak uang karena cantik itu memang sederhana.  Cantik tak perlu ditampakkan begitu vulgar diruang public tetapi kecantikan dibalut dengan dandan taqwa. Bagaimana dandanan taqwa yaitu dandan yang tak memperlihatkan aurat, lekuk tubuh, menunduk pandangan dan tidak memancing orang lain untuk memperhatikannya.

Butuh berapa lama mengukir alis seperti itu? Seandainya alis kiri dan kanan tak sama rata apa yang dilakukan? Apakah dibawa berwudhu alisnya tak luntur? Seandainya luntur bagaimana cara memperbaiki alis tebal itu? Kenapa ku yang repot sendiri melihat mereka menggunakan alis tebal begitu. Sudah lah itu fashion mereka dan mungkin cewek seksi itu nyaman serta percaya diri dengan dandan begitu!

Setelah melihat alis yang woow, tertarik memperhatikan make up di kedua pipi cewek itu begitu merona. Ditambah lagi bulu mata meletik indah, rambut yang terurai dan pakaian sangat ketat. Jangan-jangan pakaian ketak membuat dia susah bernafas. Bagaimana lagi kalau hari lagi panas-panas tentu apa melekat disekitar wajah meleleh semua. Seandainya meleleh bagaimana bentuk cewek seksi dan bohai itu. Apakah tetap cantik atau sebaliknya….. hehehehe….Pikir mulai liar melihat cewek seksi dan bohai itu. Jika diakumulasi berapa uang harus dihabiskan demi berdandan bak artis dan cewek metropolitan. Ini lah dinamakan gaya hidup dan dari gaya hidup juga membuat berapa pun penghasilan tak akan cukup. Sesungguhnya dandan seperti itu hal yang tak selaras dengan agama terutama agama islam dan kontradiksi dengan budaya timur sendiri.

Lebih gila lagi berpikir jauh entah kemana. Dandan cewek seksi itu akui sempurna dan menarik untuk menganalisa begitu lama. Laki-laki mana yang berani mendekati cewek seksi dan bohai itu? Apakah sengaja cewek seksi dan bohai berdandan begitu biar bisa mengait laki-laki beruang. Bisa jadi bukan! Tapi mudahan-mudahan tidak begitu. Biasanya wanita baik, beragama dan pendidikan sangat jarang menemui wanita berdandan begitu. Jika ada wanita baik, paham agam dan pendidikan tinggi begitu mungkin hanya pengecualian saja atau anomali alam. Menurut persepsi ku yang awam tentang cantik bahwa wanita berdandan seperti itu adalah wanita tingkat kecerdesan tak kemilau. Bisa jadi itu hipotesa itu tak terbukti atau valid!!! Dimana wanita cerdas biasanya lebih banyak memporsirkan waktu untuk memperdalam agama, mengasah ilmu pengetahuan dan sibuk menjadi pribadi bergabung pada komunitas sosial atau pun hobby demi menambah jaringan serta menjalin silaturahmi.

Dandan cewek seksi dan bohai itu sangat berbalik dengan diri ku. Tapi tak juga tertarik berdandan seperti cewek seksi dan bohai. Bagi ku dandan maupun rias sederhana adalah kecantikan sesungguhnya. Alami adalah prinsip tak bisa diganggu gugat oleh siapapun.  Apa lagi saat ini susah menemui wajah alami karena hampir semua dipoles oleh berbagai merek produk kecantikan. Alami membuat tak berlama-lama dihadapan kaca. Alami mengecilkan pengeluaran. Bayangkan dandan begitu dipastikan membutuh banyak uang harus dikeluarkan. Mulai membeli pencil alis, bulu mata, make up, lipstick, maskara, eye shadow dan parfum. Padahal harga itu semua tak murah. Maka benar kata pepatah cantik itu mahal dan reweuh!!! Seandainya ada lelaki-laki memilih perempuan seksi dan bohai dengan dandan yang menor harus siap-siap mengeluarkan uang cukup besar serta menyediakan post khusus untuk kecantikan.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Suatu Saat Kamu Akan Tahu Arti Larangan


laranganMata masih bengkak effect tetes air mata berlinang dikeheningan malam tak sanggup menahan sakit secara tiba-tiba. Namun dipagi hari sudah disuguhi teh hangat kayu aro merupakan terbaik di Indonesia, roti sobek selalu disandingkan secangkir teh, kondisi kamar sudah tertata rapi dan tumpukan bacaan belum diselesaikan. Tumpukan buku itu adalah teman selama liburan semester, pelarian dari kesunyian dan salah satu cara mendapat good idea. Dengan menikmati alur cerita dan redaksi yang dituangkan penulis dalam buku mengantar diri untuk berpikir, berbicara dan tersenyum betapa banyak ilmu pengetahuan belum dimiliki serta tak diketahui. Sebagaimana dijelaskan sebuah hadist bahwa ilmu yang dimiliki oleh manusia ibarat setetes air. Atas dasar itu pula manusia harus terus belajar, menganalisa dan membaca disetiap waktu.

Jendela kamar sudah terbuka sehingga terlihat jelas sinar matahari sudah terang menerang dan angin pagi juga mengipas-gipas gorden putih. Sementara dari arah belakang tepatnya sekitar dapur terdengar suara motor metic sedang dihangatkan. Tidak hanya manusia yang membutuh kehangatan dipagi hari akan tetapi makhluk mati juga perlu dihangatkan dulu sebelum beroperasi.

Keadaan seperti ini merupakan tempat paling nyaman berduan dan tenang menatap leptop. Kondisi ini jua membawa terhanyut dalam samudra kata-kata, tak menyadar telah menghabiskan waktu hingga ribuan detik dan tak akan meloneh dari screen leptop hingga sangat matahari tergantikan rintihan hujan. Taktala pikiran mulai meng-Recall kembali beberapa ide untuk dituangkan didalam leptop secara selintas terpikir dengan kata larangan diperoleh dari old brothers ketika usia belasan tahun.

Ketika berseragam abu-abu teramat sering dilarang oleh old brothers terutama saat memegang bacaan seperti majalah anak gaul, majalah bintang dan bernuansa anak Muda. Kemudian dilarang duduk-duduk pinggir jalan maklum anak-anak desa bila telah sore tiba maka mulai duduk didepan rumah atau pinggir jalan. Bila sudah membaca ditegur dan diganti bacaan majalah sabili. Seandainya tertampak duduk depan rumah atau pinggir jalan mulai dapat kode untuk segara  pulang.

Syukurnya larangan itu banyak diperoleh ketika berseragam abu-abu, setelah kuliah tak dapat larangan lebih banyak diarahkan dan dipantau dari jauh. Kenapa waktu berseragam abu-abu banyak mendapat larangan dibanding waktu kuliah? Karena masa berstatus pelajar dianggap pikiran belum dewasa dan belum mempunyai tujuan hidup yang jelas. Sedangkan memasuki area perkuliahan secara berlahan-lahan larangan tak ada lagi karena mulai diberi amanah untuk mandiri, bertanggung jawab, menata hidup sendiri dan sesekali-sekali dievaluasi.

Kebebasan yang diberikan masa kuliah pada dasarnya ingin melihat apakah bisa memilih jalan hidup, kegiatan dan teman yang baik. Sebab banyak diketemui orang berstatus mahasiswa tak bisa menata pikiran, hati dan sikap lebih dewasa serta mandiri. Apabila berstatus mahasiswa tak bisa menata pikiran lebih dewasa berarti sama saja seperti anak SMA. Sebagai diketahui bersama tujuan kuliah salah satunya membentuk karakter dan pikiran bijak. Mari mengutip kalimat Dedi Cobbuser “Kuliah tidak menjamin manusia menjadi kaya akan tetapi kuliah membuat manusia menjadi banyak pilihan hidup dan berpikir bijksana”.

Waktu itu tak tahu kenapa old brothers begitu getol melarang membaca majalah tersebut dan tak mengizinkan duduk dipinggir jalan. Padahal content biasa-biasa saja dan menyambut malam dipinggir jalan Cuma menghibur hati. Setiap dilarang selalu ada rasa kesal dan protes dihati. Kini menyadari bahwa setiap larangan dari keluarga atau saudara memiliki tujuan yang baik terutama bagi  kebaikan diri sendiri. Serupa dengan Allah memberi larangan kepada manusia jangan mendekati zina, jangan meminum khamar, jangan menyebar fitnah dan jangan mencuri. Sebab dibalik pelarangan itu Allah tahu mudratnya seperti apa dan bagaimana.

Sayangnya banyak orang tak mengindahkan larangan baik larangan dari Allah maupun larangan dari orang tua serta saudara. Tetap menikmati godaan-godaan dengan terhanyut berlebihan. Disaat dilarang mungkin tak terpikir bahwa larangan itu memilki komposisi kasih dan cinta. Lebih dominan berasumsi bahwa mereka melarang tidak sayang dan sangat membatasi gerak-gerik. Berjalan dengan waktu ketika usia bertambah maka saat itu akan menyadari betapa larangan dari orang tua, keluarga dan saudara mengandung energi cinta, cahaya kebaikan serta kasih seperti dialami oleh penulis sendiri.

Sangat beruntung waktu seragam abu-abu manut dengan larangan old brothers. Andai saja waktu itu tak dilarang mungkin tak memiliki ketertarikan dengan bacaan dan mengkoleksi buku-buku. Jikalau tak memiliki hobby membaca mungkin tak mempunyai kebiasaan menulis.  Lagi pula baca dan menulis dua hal tak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Ibarat membedakan AYAM atau TELUR lebih dahulu begitu juga dunia menulis dan membaca. Susah menentukan mana kebiasaan harus dihulukan antara MENULIS atau MEMBACA. Jika ada yang suka baca tapi tak bisa menulis perlu dipertanyakan. Begitu juga sebaliknya seandainya orang tersebut mempunyai talenta menulis tapi jarang membaca itu juga mustahil karena kesegeran ide serta proses kreatif seseorang salah satu tergerak dari kebiasaan membaca.

Maka bagi adik-adik Pelajar atau perempua jika dilarang oleh orang tua, keluarga, saudara maka ikuti larangan mereka. Jangan cepat mengatakan mereka mencontrol kalian, jangan berkesimpulan meraka tak sayang, jangan pula berasumsi mereka selalu melarang dan menindas. Padahal dibalik pelarangan itu begitu mengunung cinta dan kasi mereka agar tak tergelincir dari hal-hal negative. Kemudian yakin dan percaya dibalik pelarangan tersebut ada suatu kebaikan yang terungkap beberapa tahun kemudian.

Perlu diingatkan juga larangan seperti apa yang harus diikuti yaitu pelarangan menjauhi hal-hal negative. Seperti larang pulang malam, larang pacaran, larang berteman dengan orang tak baik dan larang membuka kerudung.  Seandainya mendapat larangan melakukan positif maka diskusi kembali dengan keluarga kenapa dilarang dan apa alasannya mereka. Jika tanpa alasan dan apa yang dilakukan itu tidak melabrak aturan Allah dan aturan hukum maka perjuangan kebaikan itu dengan maksimal bahwa apa yang dilakukan memberi hal positif bagi hidup untuk saat ini dan bermanfaat akan mendatang.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Penulis Muda Kerinci


kerinci1Ketika menyebut Kerinci maka yang langsung teringat gunung Kerinci, Danau Kerinci, Hamparan Teh Terluas di Indonesia, penduduk dengan ciri khas putih, pendek, bermata cipit dan pesek serta kabupaten terjauh dari Provinsi Jambi. Untuk bersua dengan tanah Kerinci perlu menempuh perjalan yang cukup lama dan melewati hutan yang masih terjaga. Untuk berjumpa dengan sesuatu yang indah-indah pada dasarnya memang harus melewati perjalanan jauh yang berbelok-belok.

Meskipun harus melewata perjalan jauh, penat dan menelusuri hutan ketika telah memasuki Kerinci semua capek terobat dengan sejuknya Kerinci serta indah alam yang tak bisa diwakili oleh kata apapun kecuali syukur. Air nan jernih membuat ikan hidup tenang disungai, hamparan padi menguning semakin Kerinci berwarna, pohon besar mencirikan Kerinci memiliki alam sehat bagi kehidupan, dan sayur mayur tumbuh dengar mekar mengisyarakat tanah Kerinci subur.

Ketika sudah berada di Kerinci diyakini tak berhenti-hentinya bertasbih, terkagum dengan sang pencipta karena begitu pandai Allah mengukir keindahan alam sangat menenangkan jiwa. Anim sendiri bersyukur dilahir dan dibesar di Alam Kerinci. Disana ukiran kehidupan telah dipahatkan dengan nada kenangan dan kebahagian. Kemana pun kaki melangkah maka tetap teringat dengan kota sakti penuh keajaiban dan energi.

Kerinci menjadi salah kabupaten di Indonesia direkomendasi untuk dikunjungi karena selama ini kota sakti tersebut dianggap sebagai negeri diatas awan. Dalam hati paling dalam berharap ada yang mencerita tentang Kerinci melalui novel atau film karena terlalu sedih bila keindahan penuh eksotik tak diulas oleh penulis muda Kerinci. Ini tugas utama penulis muda Kerinci.

Kerinci tidak hanya memiliki potensi alam yang bagus, kaya akan adat istiadat, kaya bahasa, kaya panaroma akan tetapi juga kaya dengan SDM misalnya dalam bidang penulisan. Bicara penulisan maka langsung terkoneksi dengan penulis. Untuk saat ini ada beberapa penulis muda dari Kerinci yang sudah memiliki karya berupaya buku. Diantara penulis muda Kerinci yang dikenal dan menghasil beberapa buku yaitu Mohm.Adrizal telah menghasil dua buku sekaligus sebagai ketua FLP wilayah Jambi, Wasril Tanjung (Mantan presma UNJA) juga tak kalah keren di usia muda di Tahun sama mampu menulis empat buku dengan judul yang sangat menarik bahkan karya sangat melekat dihati, Aan Sukuri (Mahasiswa Imam Bonjol Padang) mengajak pembaca menjadi pemuda berdasarkan islam juga telah berhasil menambah penulis muda Kerinci dan Testiani (Akademisi) lebih fokus pada genre ilmiah, terkadang juga bersentuh dengan artikel lepas maupun opini serta berbagai tulisan dikrim kedakwatuna banyak dikutip oleh blogger lain untuk dipublish blog mereka masing-masing.

Mereka adalah asset yang sangat berharga bagi Kerinci dan perlu perhatian dari pemerintah Kerinci untuk memberi semangat, memfasilitas dan mengapresiasi anak muda tersebut. Sebagaimana diketahui bersama kenapa Yogya menjadi unik karena dikota tersebut begitu banyak penulis produktif, kenapa wisata yogya terkenal hingga dibaca oleh orang luar itu juga peran penulis yogya yang tak henti-henti mengulas yogya dari berbagai perspektif. Sungguh berharap Penulis muda Kerinci seperti disebut diatas memberi kontribusi nyata bagi perkembangan Kerinci melalui tulisan. Andai keempat penulis muda Kerinci saling sharing ide dan terus berdiskusi meyakini Kerinci akan menjadi distinasi wajib dikunjungi oleh mereka yang menyukai adventure atau travelling.

Sayangnya penulis muda Kerinci belum memiliki forum khusus penulis Kerinci. Andaikan saja ada forum penulis Kerinci tentu sangat bermanfaat karena bisa mewadai penulis muda Kerinci yang berbincar-bincar diberbagai daerah bisa disatukan dalam sebuah komunitas mulia. Sehingga melalui tangan yang lincah, ide yang cemerlang dan kegesitan mereka bisa menyuarakan Kerinci pada dunia melalui tulisan. Tidak hanya menyuarakan Kerinci akan tetapi bisa menjadi wadah untuk menarik pemuda Kerinci lebih banyak tertarik untuk menekuni dunai menulis karena alam Kerinci adalah tempat sangat bagus dijadikan ruang untuk menulis. Menunggu muda Kerinci yang lainnya menampakkan taring ide dan keberanian untuk tampil diruang public. Alam Kerinci menghamparkan berbagai ide dijadikan pragaraf-pragaraf kalimat menggugah bagi pembaca. Atau memang selama ini belum ada yang menulis Kerinci dengan genre fiksi dari berbagai perspektif karena Allah menakdirkan keempat penulis muda Kerinci yang menulisnya dengan ramuan mansyur.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: