waktu bisa merubah segalanya


waktu bisa merubah segalanya

waktu bisa merubah segalanya

Ijinkan aku sedikit bercerita padamu, sahabat. Dulu aku mengenalnya sebagai wanita shalehah, jilbabnya yang anggun tak sedikitpun menampakkan lekukan tubuhnya, kerudungnya yang lebar membuatnya tampak begitu cantilk. Kalau ditanya kosmetik apa yang diapakai, dia hanya akan menjawab cukup wudhu saja.

Aku sebagai seorang wanita pun terpesona padanya, pada ketulusannya juga pada keistiqomahannya, pada apa yang dia yakini. Hal itu juga yang menginpirasiku untuk turut mengikuti jejaknya berkerudung meskipun masih belum berani berjilbab sempurna sepertinya. Shalatku yang bolong-bolong, atas bimbingannya secara perlahan menjadi sempurna, bahkan selalu mengikutinya untuk shalat tepat waktu.

Waktu, yaa waktu ternyata bisa merubah segalanya. Seiring aku semakin menyempurnakan penutup auratku, dia justru sedikit demi sedikit semakin membuka auratnya. Kecewa, sedih, apalagi setelah tahu bahwa karena seorang laki-laki dia bisa melakukan itu. Entah, laki-laki seperti apa yang tega menjauhkan dia dari agamanya.

Beberapa  hari yang lalu aku kembali bertemu dengannya, walaupun sekedar di Facebook. Aku begitu senang, meskipun dia tidak berubah sedikitpun, masih tanpa jilbab bahkan makin berani menampakkan auratnya dengan pakaian ‘kekurangan bahan’ yang dia perlihatkan di foto profile Facebooknya.

Beberapa tahun tidak bertemu mengantarkannya pada kisah romantis tapi berakhir tragis, dia menikah dengan laki-laki yang dikenalkannya padaku dulu. Tanpa perlu aku tanya, dia bercerita tentang perubahannya. Semua petaka ini berawal ketika dia bertemu dengan laki-laki itu yang sekarang menjadi suaminya, rayuannya membuat dia mempreteli satu per satu pakaian takwanya menjadi pakaian serba minim. Laki-laki ini rupanya sangat menyukai wanita yang menampakkan auratnya, makanya dia rela mencampakkan kewajiban dari agamanya demi mendapatkan cinta sang pujaan hati.

Benar saja, setelah pakaian takwanya terlepas, sang lelaki akhirnya ‘mau’ dengan dirinya. Namun sayang, kemauan sang lelaki ada maksud yang tersembunyi. Dia hamil di luar nikah dan harus berjuang meminta lelaki itu agar mau menikah dengannya, meski sang pujaan hati sering kali menolak dan tidak mau bertanggung jawab. Kini dia dikaruniai seorang putri yang cantik, secantik ibunya.

Aku kira kini dia bahagia bersama keluarganya, ternyata perkiraanku salah. Dia sekarang suka melanglang buana di dunia maya untuk mencari ‘pacar’. Aku menangis tersedu ketika mengetahuinya, apalagi ketika dia berkata “Suamiku aja cari pacar lagi, kenapa aku nggak boleh?”. Jadi itu tujuannya menampakkan aurat di foto profilenya.

Entah apalagi yang harus aku lakukan selain sedikit memberikan ‘nasehat’ padanya dan doa yang tak kunjung putus agar dia kembali seperti dulu. Dia yang dulu telah menginspirasiku memakai jilbab, kini justru semakin menjauh dari agamanya.  Aku rindu pada dia yang dulu.

***

Tak ada yang menyangka, waktu bisa merubah segalanya. Waktu pulalah yang menjadi saksi akan keistiqomahan kita pada agama yang Haq ini. Syetan bisa merayu kita dalam bentuk apapun, termasuk cinta.

Cerita di atas  bisa menjadi  contoh agar kita pandai memilih teman ataupun seseorang yang akan menjadi pasangan kita kelak, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi  5 menit mendatang. Begitu pula ketika kita memilih pertemanan di dunia maya apalagi pertemanan dengan lawan jenis.  Sulit menghindar dari pesona cinta di dunia maya yang ditebarkan para penghuninya, hati-hatilah. Tutuplah auratmu begitupun di dunia maya, bukan berarti karena maya lantas kamu bebas berekspresi senarsis mungkin lewat foto, lalu kemanakan Izzahmu?

Ingatlah, tak ada cinta dalam kemaksiatan. Bila dia mengatasnakaman cinta lalu mengajak pada kemaksiatan,  itu bukan cinta. Dia hanya nafsu yang begitu manis dan indah dipandang saja.

Cinta seharusnya hadir karena kecintaannya pada Allah Ta’ala, bukan sebaliknya. Jadi mana mungkin seseorang yang cinta pada Robbnya akan mengajakmu bermaksiat meninggalkan keimananmu. Yakinkanlah hatimu.

-Bahasa tanpa awal dan akhir, bagai lingkaran cahaya. Karenanya ia ada untuk kehangatan, ketentraman, kenyamanan dan kebenaran. Bahasa itu bernama cinta.-

Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Sumber: http://www.bukanmuslimahbiasa.com

Best Regard Inspirasi BeraniSuksesTaburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Rindu dia pada sosok belum diketahui namanya


Bismillah… :)

Jujur saja…. :D

Kita pasti pernah merasakan rindu  tidak tahu kerinduan kepada siapa bahkan hari-hari terkadang terasa sunyi, sepi dan gelisah itu semua disebabkan rindu pada nama belum diketahui. Terkadang rindu kepada nama belum diketahui tanpa sebab, tanpa factor, dan tanpa melatarbelakang. Melain kita juga tidak tahu bagaimana ciri sososk yang dirindukan dan dimana sosok yang dirindukan, semua serba tanda Tanya ???

Jangan-jangan sosok yang belum diketahui namanya selalu berinteraksi dengan kita, selalu menyapa kita, selalu menasehati kita,  selalu tersenyum pada kita atau bisa juga sosok belum diketahui namanya adalah sosok asing dalam kehidupan kita “bisa jadi” :P.

Kebertanyaan itu pula membuat kita semakin rindu, semakin ingin tahu, semakin ingin mencari, semakin penasaran tentang karakteristik sosok dirindui. Apakah sosok belum diketahui namanya sesuai dengan ilustrasi, deskripsi, gambaran tertanam indah dalam kolbu dan pikiran atau tidak sinkron dengan analisisa kita selama ini.

Heemmmm… 8)

Ternyata rindu belum diketahui namanya lebih kronis dari  rindu pada sosok nama sudah diketahui!!! Percaya atau tidak “harus yakin dengan ucapan saya” :D. (kalau gak mau percaya juga gak apa2) hooooo…

Yuk saudara ku…

Dari pada mengisi hati dan pikiran kita pada sosok nama belum diketahui tanpa hasil, semakin membuat sunyi, gelisah, dan sepi lebih baik kerinduan tersebut kita alihkan pada rindu yang memiliki nama-nama indah “Rabbi” dan isilah ruang rindu itu dengan perbanyak mengingat Ilah.

Insyallah jika rindu pada Rabbi, pemilik Rindu dan Cinta akan mengantarkan kita pada sosok nama belum diketahui dengan waktu yang tepat dan orang yang tepat. Percayalah hanya pemilik Rindu yang mengetahui siapa yang sesungguhnya terbaik kita rindui, bukan kepada sosok belum diketahi namanya :? .

Jika Allah telah memilihkan sosok tersebut untuk kita, maka rindu itu menjadi semangat, motivasi, spirit, kekuatan, alaram, pengingat , penghilang duka, penghilang sedih, dan pelibur hati :P .

“Bumi cinta, ditengah kegaduhaan curhat seorang teman”

Regard

SimfoniKehidupan

Melodi Desa


Biarlah desa tempat terindah tak bisa terganti

Walaupun kota begitu mempesona dengan kemegahannya

Namun tetap desa penuh etnik yang membumbui kehidupan

Berawal dari desa

Lahirlah para pengukir sejarah

Sungguh desa memberi kekuataan dan cahaya

Bagi pemuda dan pemudi meraih cita

Tegap dan yakin melangkah kaki

Dengan harapan meraup ilmu dan perubahan

untuk membangun desa nun jaya

Walaupun jauh dari desa…

Bahkan sepenggal

warna-warni, keindahan, keasrian dan kedamaian

Embun pagi, matahari pagi dan suasana petang hari

Di desa

Selalu hadir dalam sanubari anak desa

Yang tak dirasakan di tengah kota

Menjunjungi tinggi individualisme dan matrelisme

Sangat berbeda dengan nuansa desa

masih menjunjung

Gotong royong, kebersamaan, silaturahmi dan kebudayaan.

Kini ku benar-benar rindu dengan desa…

Rindu pada…

 Awan pagi yang menyelimputi puncak gunung dan perbukitan

Rindu pada…

Aktivitas yang terjadi pada masyarakat desa

Yang menyapa dan menolong dengan ketulusan dan cinta

Bahkan tak pernah jeda untuk jatuh cinta dengan desa…

biarlah rindu dan cinta pada desa

melebur menjadi sebuah kekuatan

Dalam bergantian masa

Pesona Yogya


Bagi saya yogya adalah kota penu pesona, walaupun saya bukan asli yogya tapi merasakan indahnya yogya. Yogya adalah perpaduan begitu unik antara budaya dan pendidikan. Tidak bisa dipungkiri hal tersebut. Saya yakin siapapun pernah menetap dan mengejam pendidikan dikota yogya pasti akan kembali lagi. Dengan kedua perpaduan tersebut membuat kota yogya semakin dikenang baik nasional dan internasional.

Yogya memberi pesona yang berbeda dalam kehidupan saya..disana begitu banyak uraian kisah yang terukir. Yogya saya ibarat sebagai kota yang sangat dinamis dalam berbagai hal mulai dari kreativitas ini terlihat tiap tahun selalu ada hal baru lahir dikota gudeg ini. mulai dari seniman hingga pendidikan karena yogya banyak melahirkan para seniman muda dan pendidikan tidak bisa diremahkan lagi yogya adalah kota pendidikan. Tergambar begitu banyak universitas terkemuka diyogya, kemudian lahir pula pengerakan islam dimana kita kenal dengan tokoh muhammadiah yaitu ahmad dahlan yang mengabadikan hidupnya untuk menyebarkan islam diseluruh tanah jawa hingga saat ini gerakan tersebut terus menerus berkibar.

Yogya…

Tak beberapa bulan lagi yogya merupakan kota ketiga (Padang, Bandung dan Yogya) sebagai sejarah perjalan kehidupan seorang perempuan dalam berdidikasi menuntut ilmu. bahkan satu-satu persatu telah terlukis pula cerita indah di kota yogya. cerita itu seperti ilustrasi yang terjadi pada film “Ada apa dengan cinta”. Namun content cinta disini lebih kepada bagaimana seorang perempuan berjuang dengan konsep mencintai dengan kesendirian dan mencintai disini lebih kepada bagaimana perempuan itu mencintai segala yang terjadi padanya dengan konsep cinta “sabar, ikhlas, ikhtiar dan mendekati jiwa pada Ilah”. walaupun terkadang konsep cinta terkadang fluktatif karena dipengaruhi elemen dari luar mempengaruhi juang.  namun dengan ketidak stabilan tersebut merupakan perjuangan sesungguhnya. Dikota pendidikan pula…banyak perkenalan dengan orang-orang yang bersahaja, sabar, dan smart dalam berbagai keilmuan. outomatis hal itu mempengaruhi pula pola pikir dan sikap dalam menatap kehidupan.

Bertumpuk-tumpuk rasa yang hadir dalam sukma, yakni antara tak ingin dan segara bergegas melarikan diri dari sini (yogya). terkadang menggetarkan jiwa, terkadang dan menyedihkan untuk menyelesaikan semua kisah hidup diyogya. Namun apa boleh buat waktu telah memutuskan bahwa harus segara meninggal kota ini untuk meraih asa yang telah direncanakan, masih banyak harus diperjuangkan. maka harus mengalah dengan pesona kota yogya.  Andaikan bukan karena rasa rindu dan rencana telah ditetapkan, mungkin masih ingin menetap di sini (yogya) untuk salamanya.  Heeemm*__*…biarlah apapun yang pernah terjadi diyogya menjadi legenda tersendiri bagi seorang perempuan.

Berharap someday anda sometime, Tuhan menggerakkan kaki perempuan untuk mengunjungi kota pendidikan. Insyalla getar-getir hidup selama diyogya akan abadi. karena konsep mencintai itu telah terikat oleh tali pesona cinta dan menjadi mahadaya cinta….”hhemmm”.

Goresan Qolbu dan Logika


 

Padahal baru seminggu sampe di yogya tapi entah kenapa rasa rindu pada rumah sangat luar biasa terutama rindu pada ibu. Hadirnya rindu  ketika melelapkan jiwa dan bangun dari tidur di pagi  hari dan rindu itu sangat memuncak. Di kosan semua dengan sendiri seperti mulai dari makan sendiri, ketawa sendiri, nangis sendiri, belajar sendiri. hal ini di lakoni selama 7 tahun diperantauan. kalau dirumah ada bu, ponaan, bapak dan abang-abang temanin ketawa dan bercanda. Sungguh rindu dengan keluarga begitu dahsyat walaupun semalam bulan ramadhan (1bulan) sudah ketemu mereka semua. tapi itu tak cukup bagi saya untuk melepaskan rasa rindu. ingin selalu berada disamping mereka dan “sungguh luar biasa perjuangan jadi mahasiswa” belum lagi masalah dikampus birokrasi tak jelas sehingga harus bolak-balik dari ruang satu keruangan yang lain.

Apalagi saat ini di uji dengan cobaan tak pernah terpikirkan, hanya bisa menangis dengan kesendirian sambil mengeluh kepada Allah.

“Ya allah kenapa tak pernah henti-hentinya cobaan hadir, kenapa selama ini memohon pada Engkau jauhkan hamba dari segala cobaan, permudahkan segala urusan saya”. tapi apa!!!

Meyakini ini semua adalah atas kehendak Engkau,

saya tahu kalimat ini sangat tidak pantas saya ucapkan dihadapan Allah. namun itu bentuk saya menghilang rasa resah dalam jiwa. Bukan pula maksud saya tak percaya dengan pertolongan Allah dan bukan pula tak mensyukuri nikmat Engkau Allah. Tapi entah kenapa cobaan ini memang membuat saya tak bisa berpikir dan selera makanpun entah dimana. hanya bisa menangis, berdoa dan berusaha semoga setelah cobaan ada nuansa indah dan cinta menghampiri jiwa. sehingga pikiran ingin mudik, berada disisi bu, dan bercanda dengan pona’an.

walaupun begitu paham dengan konsep bahwa untuk menjadi orang sukses harus diuji dengan berbagai coban. namun terkadang konsep tersebut melebur entah kemana dari logika. Serta sangat membutuhkan seorang teman yang setia mendengarkan keluh kesah saya. namun kesah itu hanya mampu dilepaskan dengan helaian nafas nan panjang itu adalah bentuk tak keperdayaan dalam menghadapi masalah ini.

Ya Allah… kini mengerti dan sadar betah kuatnya kekuataan doa, zikir dan perhatian keluarga dalam perjalanan hidup. begitu pentingnya keluarga dalam kehidupan, karena dengan adanya keluarga dan orang kita cinta ada tempat kita untuk mengungkap permasalahan. ingin rasanya untuk melepaskan rasa bergejolak dihati pada siapa ingin mendengar. tapi itu tak mungkin!

Ya Allah…

Tolong Engkau lihat hamba dan dengar hamba ketika memohon pada Engkau, biar cobaan bisa saya hilangkan satu persatu. karena Engkaulah mencipta dan memusnahkan segala yang terjadi di bumi.

Ya Allah…

Dekaplah selalu

jaga selalu

tegurlah selalu hamba ini, Allah.

semoga bisa menerima dengan ikhlas

mampu menjalankannya dengan sabar

masukkanlah hamba dalam golong yang Engkau Berkahi

jadikan rindu ini sebagai kontemplasi bagi jiwa ini

%d bloggers like this: