“Keunikkan setelah Lebaran”

Ada suatu yang Unik di daerah Fulan  ketika usai lebaran yaitu terjadinya musim pernikahan. Hal tersebut terjadi sejak dahulu kala hingga saat ini, ritual tersebut terjadi terus menerus. maka masyarakat daerah Fulan meyakini kalau setelah lebaran pasti ada yang menikah baik itu satu hingga sepuluh orang. apakah ritual tersebut memang menjadi patokan bagi masyarakat kalau ingin menikah lebih baik setelah lebaran, atau telah menjadi tradisi, atau ada maksud lain, entah yang tahu itu semua yaitu mereka yang melaksanakan pernikahan… Bukan di bulan seterusnya tidak terjadi pernikahan, namun pernikahan dibulan yang lain tidak semeriah dan sehangat pada suasana bulan syahwal. sehingga Fulan membuat kesimpulan sendiri, mungkin ini adalah berkah bulan puasa…”pratikuuuuu”

Sehingga Para gadis dan para bujangan daerah Fulan menjadi guyonan tersendiri dan bertanya sesama komunitas mereka. siapa lagi ya menikah? siapa lagi yang bakal laku? siapa lagi setelah ini?  pertanyaan tersebut selalu menjadi pembahasan bagi para gadis maupun bujangan ketika mereka berkumpul dan bertemu. sangat wajar pertanya tersebut selalu dipertanyakan karena setelah lebaran suasana dan nuasana pernikahan sangat kental bahkan terasa. kemudian jarak terjadi pernikahan tersebut antara dua hari atau tiga hari pasti ada yang menikah, hal tersebut Fulan amati dari tahun ketahun. hhheeemmm….jadi pengamat pernikahan pula jadinya Hiiiiiii^__^

Biasanya yang menikah tersebut adalah para gadis dan para bujangan yang telah usai kuliah serta telah mendapat pekerjaan. jadi teringat dengan menteri pendidikan Muhamad Nuh ketika acara wisuda PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Quran) di JCC (Jakarta conventional center) pada bulan Mei 2011 menyatakan bahwa ketika para wisuda maupun wisudawati setelah usai kuliah ada tiga hal harus ingin dicapaikan yaitu (1) Menikah, (2) kerja, dan (3) kuliah lagi. itu sangat sesuai dengan realitas yang terjadi dimasyarakat perkotaan maupun perdesaan…!!!

Umumnya gadis atau bujangan belum selesai kuliah dan kerja masih banyak pertimbangan untuk dinikahi oleh keluarga mereka. Ada juga para gadis maupun bujangan yang telah selesai kuliah dan bekerja belum juga menikah. singkat cerita belum ketemu dengan pasangan hidup yang serasi, cocok dan pantas menurut Tuhan. Tinggal bagaimana menyakinii dan  percaya kehendak Tuhan bahwa Jodoh, rezki serta Maut semua diatur dalam Lahu mafhzuhnya. seperti itu alasan akrab dijelaskan oleh para gadis dan bujangan belum menikah huuuuuuu  “apa mau dikata”^^__^^

Ironinya pernikahan dikampung Fulan masih melihat calon menantu dalam batas financial terutama pekerjaan, keterunan dan cantik/cakep, mungkin di dearah lain saya yakin masih juga melihat ketiga hal tersebut. hal ini sangat berbalik dengan hadist dan ayat Al-quran dijelaskan bahwa nikahi mereka yang sholeh/sholeha (agamanya baik). maka kalian akan bahagia dunia dan akhirat.

Jadi teringat kembali dengan nasihat pernikahan saudara Fulan beberapa hari yang lalu menikah, bahwa untuk menuju gerbangan pernikahan hal yang harus disiapkan yaitu akhlak yang mulia (agama) dan tanggung jawab bukan kecantikan/kecakapan, harta, keterunan dan jabatan.  Karena dalam mengarung biduk rumah tangga banyak hal yang tidak terduga bahkan terpikir. maka dari itu harus disiapkan mungkin bekal tentang konsep rumah tangga.  Apabila telah mensiapkan bekal tersebut dengan baik dan mengetahui komposisi  atau peranan dalam rumah tangga, Insyallah rumah tangga akan Mawadah, Waramah dan Sakinah.  (HHeeemmmm begitu khusyuknya mendengar nasihat perkawanin tersebut….jadi ketawa sendiri “hooooooooooo”).

Ternyata ketika menghadiri pernikahan (akat nikah) saudara Fulan, beberapa ibu-ibu, teman-teman dan family mengacukan pertanyaan pada Fulan kapan nyusul? hheemmm sangat berat bagi Fulan  untuk menjawab pertanyaan tersebut, namun hanya bisa mengatakan pada yang bertanya mohon doa saja biar Tuhan temukan seorang imam benar amah dan berakhlak mulia dan sambil berbicara dengan tuhan lewat sanubari  Ya Tuhan sampai kapan pertanyaan ini dilontarkan pada Fulan? Hanya Engkau yang tahu Tuhan kapan terbaik waktu itu? hanya bisa mempersiapkan bekal, emosional dan ikhtiar…^___^

“kekhusyukkan Fulan mendengar Nasihat pernikahan saudaranya”

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: